Berita Nasional

Tunggakan Hutang BPJS kepada Rumah Sakit Capai Rp 6,5 Triliun, PERSI Rencanakan Datangi Jokowi

BPJS masih menunggak hutang dengan rumah sakit di seluruh Indonesia. Nilainya cukup besar mencapai Rp 6,5 miliar.

Tunggakan Hutang BPJS kepada Rumah Sakit Capai Rp 6,5 Triliun, PERSI Rencanakan Datangi Jokowi
BPJS Kesehatan untuk Banjarmasin Post
Petugas di BPJS Kesehatan memberikan pelayanan 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Sejak berdiri, BPJS sepertinya masih belum juga bisa terlepas dari persoalan tunggakan hutang kepada rumah sakit.

Begitu pula yang terjadi saat ini, BPJS masih menunggak hutang dengan rumah sakit  di seluruh Indonesia. Nilainya cukup besar mencapai Rp 6,5 miliar.

Menurut Ketua Umum , Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes, melansir persi.or.id (17 Juli 2019), hingga saat ini terdapat tunggakan Rp6,5 triliun yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan terhadap RS-RS di seluruh Indonesia.

"Sehingga kami minta yang Rp 6,5 triliun itu segera dibayarkan agar RS bisa kembali bernapas, membayar gaji pegawainya, membayar tagihan obat dan alkes, listrik dan lain sebagainya.”

Selanjutnya, jelas Kuntjoro dalam forum yang juga diikuti RS-RS anggota PERSI saluruh Indonesia yang mengikuti melalui Webinar, kucurkan Rp 2 triliun per bulan sepanjang 2019 untuk seluruh tagihan RS yang belum dibayar BPJS Kesehatan.

Baca: Caleg Gerindra Ramai-ramai Gugat Partainya Sendiri di PN Jakarta Selatan, Lima Caleg Cabut Gugatan

Baca: Hasil Jualan Roti Buat Biaya Operasional, Anggota KGE Banjarmasin Tak Boleh Terlibat Narkoba

Baca: GIIAS 2019 - Inilah Daftar Mobil Baru yang Dipajang dan Dijual Siang Ini, Suzuki Jimny Generasi Baru

Baca: Selalu Sapa Pelajar, SDN Belitung Selatan 9 Banjarmasin Genjot Minta Baca Siswa

Karena itu, melansir health.detik.com, PERSI beserta asosiasi perumahsakitan, berencana untuk mendatangi presiden agar segera membenahi defisit yang diperhitungkan bisa mencapai Rp 28 triliun hingga akhir tahun 2019 ini.

Kuntjoro menegaskan, PERSI pun akan menyampaikan solusi untuk membenahi defisit BPJS Kesehatan kepada presiden.

Untuk jangka pendek, BPJS Kesehatan harus segera menyelesaikan piutang pada rumah sakit, salah satu solusinya dengan melaksanakan enam bauran.

Jangka panjangnya PERSI menyarankan untuk penyesuaian tarif dan iuran premi.

Mengenai hal ini Kuntjoro berharap berita ini viral. Sebab menurutnya ini berkiatan dengan pasien, bukan hanya rumah sakit. Akibatnya itu pasien.

Kuntjoro menegaskan, PERSI mendukung sepenuhnya pelaksanaan JKN, namun pemerintah pun harus sigap mengatasi masalah fundamentalnya, yaitu defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Baca: Bintang Kpop Kang Daniel Kirim Hadiah untuk Penggemar, Siapkan Diri Sebagai Artis Solo

Baca: Perasaan Salmafina Sunan untuk Taqy Malik Sempat Diabadikan di Video Youtube Selebgram Awkarin

Baca: Inilah 4 Kota di Jawa dengan Suhu Dingin Terparah Versi BMKG, Kota Malang 15,9 Derajat Celsius

Di satu sisi, kata Kuntjoro, pemerintah menargetkan terlaksananya jaminan kesehatan semesta, sehingga seluruh masyarakat Indonesia menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Namun, nyatanya, hingga saat ini yang bergabung menjadi anggota BPJS Kesehatan, sebagian besar adalah mereka yang sakit dan perlu berobat.

"Sehingga, bisa dipastikan, semakin banyak anggota, makin defisit BPJS Kesehatan. Jadi di sini ada persoalan besaran premi, sistem tarif, sumber pendanaan dan regulasi," ujar Kuntjoro.(*)

Artikel ini telah tayang di GridHealth.id dengan judul BPJS Mempunyai Hutang 6,5 Triliun Kepada Rumah Sakit, Pihak RS ‘Sesak Napas’ Bayar Pegawai juga Obat dan Lainnya

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved