BPost Cetak

Aplikasi Ratusan Juta Jadi Sia-sia

Indonesia Internasional Smart City Expo and Forum (IISMEX) tengah berlangsung di Jakarta.

Aplikasi Ratusan Juta Jadi Sia-sia
BPost Cetak
BPost Edisi Jumat (19/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia Internasional Smart City Expo and Forum (IISMEX) tengah berlangsung di Jakarta. Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan menghadiri pembukaannya yang dilakukan oleh Wapres Jusuf Kalla, Rabu (17/7/2019).

Rudy saat dihubungi mengatakan ajang ini menampilkan konsep serta inovasi sistem perkotaan yang memanfaatkan teknologi digital.

Dengan konsep ini diharapkan pelayanan pemerintah, perekonomian, mobilitas dan lingkungan di perkotaan makin baik.

Saat pembukaan, Wapres Jusuf Kalla mengatakan kota cerdas atau smart city merupakan cerminan kecerdasan kepala daerah. Sedangkan, instrumen teknologi hanyalah sebagai penunjang. Oleh karena itu kepala daerah diminta memaksimalkan teknologi serta berinovasi untuk menggali potensi daerah masing-masing.

Baca: Revisi RTRW Kabupaten Banjar, Kawasan Pertanian di Banjar Bertambah Luas

Baca: Terapkan Slogan 5 S Untuk Pelayanan, Begini Polwan Cantik di Polres Banjarbaru Bekerja

Baca: Menikmati Balik Kuhai di Pasar Hanyar Barabai, Suhrah Sering Didatangi Pembeli dari Luar Daerah

Baca: Perempatfinal! Live Streaming Indonesia Open 2019 Jumat (19/7) via Trans7 TVRI dan Djarum Badminton

Saat ini sejumlah kota di Kalsel tengah menggalakkan konsep kota cerdas. Di antaranya membikin aplikasi yang diharapkan mempermudah pekerjaan pemerintahan dan memperlancar pelayanan terhadap masyarakat.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banjar menghadirkan aplikasi Dago (Daftar Gaji Berbasis Online) guna menekan biaya mencetak daftar gaji yang setiap tahun mencapai Rp 89 juta. Kabid Perbendaharaan BPKAD Banjar, H Abdullah Fathar mengatakan, Dago mempercepat proses distribusi data gaji serta memperkecil penggunaan tempat penyimpanan fisik dokumen.

RSUD Idaman Kota Banjarbaru juga membikin aplikasi Sigar, yang merupakan singkatan Sistem Informasi Gasan Rumah Sakit. Melalui aplikasi ini pasien bisa mendaftar berobat.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Idaman, M Firman­syah, Kamis (18/7), menga­takan untuk meningkatkan pelayanan pada Agustus 2019 akan dilakukan uji coba aplikasi yang memungkinkan pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan obat.

“Dokter tulis resep di aplikasi, nanti bisa dibaca bagian farmasi, sehingga pasien tinggal ambil nomor antrean saja,” kata dia.

Diakui biaya membuat suatu aplikasi itu memang mahal. Oleh karena itu RSUD Idaman membikinnya sendiri.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved