Biaya Hidup di Swiss Tinggi, Gaji Besar Tak Bikin Kaya, Masyarakatnya Justru Sejahtera, Kok Bisa?

Benarkah masyarakat Swiss itu kaya raya, hanya karena negaranya digolongkan sebagai negara kaya di dunia?

Biaya Hidup di Swiss Tinggi, Gaji Besar Tak Bikin Kaya, Masyarakatnya Justru Sejahtera, Kok Bisa?
Yoyok Prima Maulana
Meski tidak kaya raya, rakyat Swiss hidup sejahtera. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Benarkah masyarakat Swiss itu kaya raya, hanya karena negaranya digolongkan sebagai negara kaya di dunia?

Jawabannya tidak sama-sekali.

Tetapi, penduduk Swiss, adalah masyarakat yang teramat-sangat sejahtera.

Antara kaya raya dan sejahtera, banyak perbedaannya.

Contoh, seorang sarjana S1 lulusan dari universitas (jalur sains) atau Fach-hochschule (jalur politeknik) ketika memasuki dunia kerja akan mendapatkan gaji sekitar CHF6.000-an (Rp84 juta) per bulan.

Banyakkah jumlah itu?

Jika gaji itu dipakai untuk hidup di Indonesia pastilah banyak sekali.

Tetapi, jumlah itu sangat pas-pasan untuk hidup di Swiss.

Baca: Ekspresi Tak Biasa Vebby Palwinta Saat Bertemu Baim Wong, Eks Rizky Febian Bilang Ini

Baca: Dampak Psikologi Pertanyaan Kapan Nikah Seperti Yang Diterima Aurel Hermansyah Hingga Via Vallen

Baca: Bukti Foto Dipo Latief yang Buat Nikita Mirzani Jadi Tersangka Buat Ibu Arkana Terkejut

Baca: Raffi Ahmad Kepergok Bersama Mantan Tyas Mirasih Hingga Suaminya Ikut Komentari Suami Nagita Slavina

Apalagi jika karyawan sarjana tadi sudah beristri dengan dua anak.

Pasti ia menjadi sangat kekurangan.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved