Fikrah

Di Dunia Mengapa Manusia Bertuhan Allah?

Kita menyembah Tuhan karena Dia menciptakan kita; Dan kiita tidak menyembah selain Dia, karena selain Dia tidak menciptakan kita. Allah nama Tuhan kit

Di Dunia Mengapa Manusia Bertuhan Allah?
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - “YA ayyuhannaasu u’buduu rabbakum alladzi khalaqakum walladziina min qablikum la’allakum tattaquun, allazhii ja’ala lakumul-ardha firaasyaan was-samaa’a bina’aan fa’akhraja bihii minats-tsamaraati rizqan lakum falaa taj’aluu lillaahi andaadan wa antum ta’lamuun.”

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. Dia jadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan hujan itu menghasilkan buah-buahan sebagai rezeki untukmu, karena itu jangan menyekutukan sekutu bagi Allah, padahal kamu tahu.” (QS.2/21-22).

Kita menyembah Tuhan karena Dia menciptakan kita; Dan kiita tidak menyembah selain Dia, karena selain Dia tidak menciptakan kita. Allah nama Tuhan kita. “Wa ilaahukum ilaahun waahidun laa ilaaha illa huwarrahmaanurrahim.” Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Pemurah Maha Penyayang.

Baca: Nasib Petani Karet

Baca: Terihat Kusam, Tolong Jembatan Kuripan Dicat Ulang

Baca: Perlu Biaya Kuliah Anak, Bolehkah Ambil Sebagian Uang Saldo JHT

Eksistensi wujud beradaan-Nya tertulis di dalam Alquran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para Nabi dan Rasul sebelumnya.

Ada sejumlah bukti; 1) Penciptaan langit dan bumi; 2) Pergantian malam dan siang; 3) Bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia; 4) Air yang turun dari langit; 5) Keberagaman tumbuh-tumbuhan yang hidup di bumi; 6) Kebermacaman jenis hewan yang menyebar di muka bumi; 7) Beraraknya awan antara langit dan bumi. (QS.2/163-164).

Semua apa yang Dia ciptakan itu untuk memudahkan manusia beribadah dan akan dipertanggungjawabkan di sisi-Nya.

“Afahasibtum annamaa khalaqnaakum abasan wa annakum ilainaa laa turja’uun.” Kamu jangan mengira Kami menciptakanmu main-main atau menyangka kamu tidak dikembalikan kepada Kami. (QS.20 /115). Inilah ayat yang paling berat di pundak kita.

Banyak imam salat magrib membaca surah At-Takatsur, berisikan sindiran kepada manusia yang sudah penat memperebutkan dunia bisa jadi tanpa memperhatikan halal-haram. “Tsumma latus’alunna yauma’idzin ani-na’iim.” Kemudian nanti kamu pasti ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megahkan di dunia). (QS.102 /8).

Suatu hari Nabi SAW bertemu Abubakar ra dan Umar ra di masjid Nabawi, Madinah. Bincang-bincang, ketiganya sama sedang lapar, lalu bersepakat bersama menuju rumah Abul-Haitsam ra, seorang Anshar.
Abul-Haitsam merasa kedatangan tamu terhormat, lalu bersama isterinya menyuguhkan kurma, susu dan menyembelihkan kambing sebagai santapan, sehingga ketiganya kenyang. Nabi SAW bersabda, “Inna lamas’uulluuna ‘an haazdaa yaumal-qiyaamati.” Nanti kita akan ditanya tentang nikmat ini di hari kiamat. (Ibnu Katsir, QS 102/1-7).

Pernahkah kita tafakkur merenungi hidup, “Fabiayyi aalaa’i rabbikumaa tukazd-dzibaaan.” Adakah nikmat Tuhan yang bisa didustakan (QS.55/13). Berapa banyak nikmat Allah diterima, darimana dan ke mana digunakan; Untuk taat ibadah kepada Allah atau sebaliknya. Kita telah disiapkankan ke arah itu, wahadainaahun-najdaiin, dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (QS.90/10).

“Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa, qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa.” Dia telah mengilhamkan kepada manusia jalan kefasikan dan ketakwaan, beruntunglah mereka yang mensucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya. (QS.91/7-10).
Di mahsyar manusia terkumpul sangatlah menyedihkan, bingung sengsara, sebatangkara tanpa alas kaki dan tanpa busana seperti waktu lahir ke dunia keluar dari rahim ibunya.

Aisyah ra istri Nabi SAW berteriak, “Alangkah malunya wahai Rasul, alangkah malunya. Nabi SAW menjawab, “Aisyah, waktu itu tidak seorangpun sempat melihat aurat orang lain, manusia tidak ingat istri, anak dan ibunya, dia hanya memikirkan dirinya sendiri.”

Baca: Begini Penjelasan Fenomena Topi Awan di Gunung Rinjani yang Viral, Tak Pernah Sesempurna Ini

Baca: Sejumlah Wilayah Dilanda Dingin Ekstrem, BMKG Sebut Puncaknya Terjadi pada Agustus

Semua manusia dihisab (dihitung dan ditimbang) seluruh amal perbuatannya semasa hidup di dunia. Muncullah para saksi yang tidak bisa disanggah dan disogok; 1) Bumi (QS.99/18). Nabi SAW bersabda, Yang diberitakan bumi adalah seluruh yang dilakukan hamba tatkala masih berada di atas bumi, dia ini mengerjakan ini dan itu, pada hari ini dan hari itu. (HR. Tirmidzi); 2) Para malaikat.

“Tidak ada satu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu mencatat.” (QS 50/18); 3) Seluruh anggota tubuh, pendengaran, penglihatan dan kulit. Seorang hamba berkata, “Mengapa kalian bisa berkata ?” Anggota tubuh kita menjawab, “Anthqanallahu alladzii anthaqa kulla syai’in.” Yang membuat kami bisa berbicara adalah (Tuhan) yang membuat segala sesuatu bisa bertutur” Suatu kepastian, sudahkan kita siap? (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved