Berita Banjarmasin

Jika Dipindah ke Kalsel, Dewan Harap Persoalan Kota DKI Jakarta Tak Ikut Diadopsi

Dalam ajang diskusi Bappenas terkait rencana pemindahan Ibu Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Kalsel

Jika Dipindah ke Kalsel, Dewan Harap Persoalan Kota DKI Jakarta Tak Ikut Diadopsi
banjarmasinpost.co.id/acm
Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Hormansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dalam ajang diskusi Bappenas terkait rencana pemindahan Ibu Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Kalsel kembali tampilkan kesiapannya termasuk dari aspek lahan.

Dipaparkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor setidaknya di Kalsel akan siapkan kurang lebih tiga ratus ribu hektare sebagai bakal lokasi pusat pemerintahan Republik Indonesia (RI).

Menurut Anggota Komisi III Bidang Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Hormansyah rencana pemindahan Ibu Kota seharusnya dijadikan kesempatan untuk menata kembali ibu kota Negara di lokasi baru.

Dijelaskan Hormansyah, dengan pengembangan area ibu kota yang baru wajib memperhatikan sederet aspek penting termasuk tata lokasi dan kelestarian lingkungan.

Baca: Momen Salmafina Sunan Tertawai Sunan Kalijaga dan Ibunya, Akhir Perseteruan Mantan Taqy Malik?

Baca: Kepastian Syahrini Hamil Menguat dari Foto Istri Reino Barack yang Ngidam ke Mall?

Baca: Luna Maya Siap Akhiri Janji pada Reino Barack di Agustus Ini, Tentukan Nasib Faisal Nasimuddin?

Baca: Pablo Benua Bawa Nama Malaikat Saat Didatangi Barbie Kumalasari Setelah Vlog Galih-Rey Terungkap

Jika didesain dari awal, seharusnya menurut Horman pemerintah harus bisa hindari permasalahan ibu kota negara yang selama ini terjadi di DKI Jakarta.

"Yang penting penataan jangan sampai seperti yang ditakutkan macam di ibu kota Jakarta sekarang. Supaya bisa dibangun dengan konsep ramah lingkungan, jangan ada kemacetan juga," kata Horman.

Jika rencana ini terealisasi, kepindahan ibu kota negara hampir dipastikan akan diikuti perkembangan perkantoran lainnya termasuk dari pihak swasta.

Karena itu, penataan wilayah permukiman, perkantoran dan industri harus dipikirkan sebaik mungkin sehingga membawa dampak positif tanpa dampak negatif berarti bagi masyarakat Kalsel.

Soal sumber daya manusia (SDM), Horman optimis Kalsel tentu tak kekurangan SDM berkualitas untuk ikut berpartisipasi dalam bertransformasinya Kalsel sebagai ibu kota negara.

"Kalau kami tentu berharap Kalsel bisa dipercaya oleh Pemerintah dan Rakyat sebagai lokasi Ibu Kota Negara," kata Horman. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved