Kriminalitas Banjarbaru

Mengaku untuk Keperluan Hidup, Lina Alias Emon Bersedia Menjadi Kurir Sabu, Meski Begini Akhirnya

Satu tersangka dari lima pelaku pemakai dan pengedar jaringan internasional ini, mengaku hanya mengedarkan sabu berjumlah kecil

Mengaku untuk Keperluan Hidup, Lina Alias Emon Bersedia Menjadi Kurir Sabu, Meski Begini Akhirnya
BPost Cetak
Metro Banjar edisi cetak Jumat (19/7/2019)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wajah Theresia Maylina alias Lina alias Emon, hanya bisa tertunduk lesu dan tidak banyak bicara.

Satu tersangka dari lima pelaku pemakai dan pengedar jaringan internasional ini, mengaku hanya mengedarkan sabu berjumlah kecil.

Perempuan tiga anak ini mengaku sebagai kurir, dan terpaksa melakukan usaha itu untuk mencukupi keperluan hidupnya.

Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru, AKP Elche, mengatakan sabu dari ke lima tersangka ini berasal dari jaringan internasional Malayasia.

Saat ini, untuk mengungkap jaringan di atasnya, Satres Narkoba Polres Banjarbaru akan bekerja sama dengan Direktorat Narkoba Polda Kalsel.

"Peredaran narkotika ini berasal dari jaringan di Malaysia. Masuk ke wilayah Kalsel melalui perairan atau laut. Biasanya narkotika ini habisnya Sumatera, kaget juga bisa masuk ke Kalsel," lanjutnya.

Dari hasil penyelidikan Satres Narkoba Polres Banjarbaru, kelima tersangka ini merupakan pemain lama, dan ada juga yang pemain baru.

Dari semua total barang bukti yang telah diamankan, kalau dinilai dengan uang harga Narkobanya senilai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Baca: Kabar Pablo Benua dan Rey Utami Pecat Farhat Abbas dan Andar Situmorang di Kasus Galih Hina Fairuz

Baca: Kepastian Syahrini Hamil Menguat dari Foto Istri Reino Barack yang Ngidam ke Mall?

Baca: Momen Salmafina Sunan Tertawai Sunan Kalijaga dan Ibunya, Akhir Perseteruan Mantan Taqy Malik?

Baca: Luna Maya Siap Akhiri Janji pada Reino Barack di Agustus Ini, Tentukan Nasib Faisal Nasimuddin?

Untuk pasal yang disangkakan, Muhammad Rizky dan Misran sebagai pemakai dikenakan pasal 112, Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2008 tentang narkotika, dengan pidana penjara palingsingkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Sedangkan untuk Theresia maylina dan Ramadhan yang berperan sebagai kurir, disangkakan pasal dengan Pasal 132 ayat 1 sub Pasal 114 ayat 1 sub Pasai 112 ayat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 84 ayat 2 KUHAP dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Terkhusus untuk Haspiannor yang merupakam bandar, dikenakam pasal 132 ayat 1 sub pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 84 ayat 2 KUHAP dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Satres Narkoba Polres Banjarbaru berhasil mengamankan lima pelaku pemakai dan pengedar narkoba dengan total batang bukti 417,16 gram sabu-sabu serta 987,5 butir inex.

Pada kegiatan konferensi pers, kemarin yang dipimpin Wakapolres Banjarbaru Kompol Andik Eko Siswanto didampingi Kasat Narkoba AKP Elche dan Kasubbag Humas AKP Siti Rohayati, dijelaskan kelima pelaku yang diamankan terlibat jaringan internasional.

Andik mengatakan, kelima pelaku diamankan pada hari dan tempat yang berbeda. "Satu pelaku dari lima tersangka yang diamankan seorang wanita," katanya.

Total barang bukti narkotika jenis sabu yang kita amankan dengan berat kotar sebesar 417,16 gram. Selain juga diamankan barang bukti narkotika jenis Ineks sebanyak 987,5 butir.

Editor: Edinayanti
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved