Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO - Ini Penuturan Nelayan Desa Tanahlaut yang Ditemukan Selamat Setelah Mengapung 24 Jam

Laporan hilangnya dua orang nelayan di Desa Kualatambangan, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel ditangani oleh BPBD

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Laporan hilangnya dua orang nelayan di Desa Kualatambangan, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanahlaut dan pihak kepolisian, baik itu Satpolairud Polres Tanahlaut, juga Polsek Takisung, Jumat (19/7/2019). Bahkan tentunya warga juga terlibat dalam proses pencarian kedua nelayan tersebut.

Kedua nelayan, yakni Kastani dan Abdul Rahman atau Adul, warga Kualatambangan RT 7 sempat dilaporkan hilang, karena tidak pulang hingga pukul menjelang sore. Kemudian sejumlah nelayan langsung pergi ke laut untuk mencari keduanya. Namun juga tidak ditemukan hingga malam.

Pencarian kembali dilakukan pada pagi Jumat (19/7/2019).

Disampaikan oleh Kepala BPDB Tanahlaut, Kusri, ada sekitar 15 kapal nelayan yang melakukan pencarian pagi itu. Dibantu pula oleh tim medis, BPBD dan kepolisian.

Baca: Tangis dan Teriakan Sambut Kedatangan Dua Nelayan yang Sempat Diinformasikan Hilang

Baca: Rekor Pertemuan & Prediksi Persija vs PSM Makassar Final Piala Indonesia 2018 Live RCTI & Jawapos TV

Baca: 2 Kesalahan Fatal Veronica Tan yang Bikin Ahok BTP Perang Dingin dengan Mantan Istrinya Itu

Awalnya jelas Kusri, yang ditemukan hanya kapal yang digunakan oleh Kastani dan Adul. Kapal tersebut didapati hampir tenggelam dan kemasukan air. Pasalnya pada bagian lambung kapal mengalami pecah akibat ombak.

Kusri juga mengatakan memang beberapa hari terakhir kondisi angin cukup kencang. Begitupun ombak yang tinggi di lautan.

Kapal milik kedua nelayan tersebut langsung di evakuasi oleh tim penyelamat. Sementara sebagian nelayan berlanjut menyisiri laut untuk mencari Kastani dan Adul.

“Di kawasan hilangnya nelayan, juga kebetulan adalah lintasan tag boat. Diperkirakan jarak ditemukannya sekitar delapan mil dari bibir pantai,” ucap Kusri.

Saat ditemukan oleh tim penyelamat, Kastani dan Adul mengapung di lautan. Saat itu, Adul menggunakan pelampung jaket. Sementara Kastani memanfaatkan box ikan.

Keduanya saling terhubung dan berdekatan, karena ada tali yang menyatukan mereka. Hal itu juga mempermudah pencarian tim.

Selain itu Adul juga sempat melepaskan pakaiannya sebagai cara untuk memberikan tanda keberadaan mereka pascamelihat adanya kapan penyelamat menjelang siang Jumat tersebut.

Belasan jam di dalam laut membuat keduanya terlihat lemas saat dievakuasi oleh tim. Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Takisung dan dilakukan pemeriksaan. Keduanya juga dipasang infus serta pemeriksaan darah.(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved