Berita Banjar

Revisi RTRW Kabupaten Banjar, Kawasan Pertanian di Banjar Bertambah Luas

Berdasarkan RTRW Kabupaten Banjar tahun 2013-2032, rencana kawasan pertanian seluas 15.828,92 hektar, sedangkan berdasarkan revisi RTRW tahun 2018

Revisi RTRW Kabupaten Banjar, Kawasan Pertanian di  Banjar Bertambah Luas
Dari Dinas TPH Banjar untuk BPost
Lahan Pertanian di Kabupaten Banjar bertambah luas dalam Revisi RTRW Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Berdasarkan RTRW Kabupaten Banjar tahun 2013-2032, rencana kawasan pertanian seluas 15.828,92 hektar, sedangkan berdasarkan revisi RTRW tahun 2018, rencana kawasan pertanian pangan berkelanjutan seluas 37.209,75 hektar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Mokhammad Hilman mengatakan, ada penambahan luasan kawasan pertanian di Kabupaten Banjar ini bagian strategi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Memberikan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan berupa perencanaan, penetapan, pengembangan, penelitian, pemanfaatan, pembinaan, pengendalian, pengawasan, sistem informasi, perlindungan dan pendayaan petani, pembiayaan dan peran serta masyarakat.

Baca: Luna Maya Siap Akhiri Janji pada Reino Barack di Agustus Ini, Tentukan Nasib Faisal Nasimuddin?

Baca: Komisi III DPR-RI Kunjungi Kalteng, Desmond Mahesa Terkesan Penanganan Karhutla Polda Kalteng

Baca: Menikmati Balik Kuhai di Pasar Hanyar Barabai, Suhrah Sering Didatangi Pembeli dari Luar Daerah

Baca: Si Palui: Danling Atawa Lingdan

Memberikan perlindungan khusus dengan mempertimbangkan luas kawasan, produktivitas kawasan, potensi teknis lahan, keandalan infrastruktur dan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian, mengupayakan intensifikasi kawasan pertanian pangan berkelanjutan dengan cara meningkatkan kesuburan tanah, peningkatan kualitas benih atau bibit, pendiversifikasian tanaman pangan, pencegahan dan penanggulangan hama tanaman, pengembangan irigasi, pemanfaatan teknologi pertanian, pengembangan inovasi pertanian, penyuluhan pertanian dan jaminan akses permodalan.

Mengupayakan ekstensifikasi kawasan pertanian pangan berkelanjutan dengan cara pencetakan lahan pertanian pangan berkelanjutan, menetapkan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan pengalihan fungsi non pertanian pangan menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta pengembangan usaha agribisnis tanaman pangan.

"Mengendalikan lahan pertanian pangan berkelanjutan melalui pemberian insentif, diinsentif, mekanisme perizinan, proteksi dan penyuluhan," katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, M Fachry mengatakan, penambahan luasan kawasan pertanian sesuai usulan pihaknya dinaikan menjadi 37 ribu hektar sehingga tidak perlu harus selalu merubah setiap lima tahun.

Ini upaya yang dapat dilakukan sehingga alih fungsi lahan bisa dikendalikan dan dilakukan secara bijaksana dan Kabupaten Banjar tetap dapat mempertahankan Kindai Limpuar.

“Disamping memperluas lahan pertanian berkelanjutan, maka yang kami lakukan sekarang adalah melakukan intensifikasi usahatani padi. Antara lain meningkatkan produktifitas dan upaya tanam dua kali setahun,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Lanjutnya, dengan melakukan intensifikasi usaha tani maka produktifitas ditargetkan naik sehingga total produksi juga naik. Karena kebutuhan setiap tahun terus naik seiring dengan bertambhnya jumlah penduduk.

Baca: Rahasia Sajian Maia Estianty Jalani Diet Keto Diungkap Fans Istri Irwan Mussry, Saksi Dul Jaelani

Baca: Dukung Pengembangan Peternakan Sapi, Gubernur Sugianto Siapkan 60 Ribu Ha Lahan di Kalteng

Baca: Amarah Sonny Septian Sindir Tawa Pablo Benua dan Barbie Kumalasari Setelah Galih Ditahan Hina Fairuz

Menurutnya, jika tidak dari sekarang menambah luasan lahan pertanian pangan berkelanjutan, maka dikhawatirkan sawah di Kabupaten Banjar semakin berkurang, sehingga lambat laun produksi padi juga semakin berkurang. Padahal kebutuhan semakin meningkat seiring bertambahnya penduduk.

Pihaknya optimistis karena lahan sawah Kabupaten Banjar cukup luas baik yang fungsional maupun potensial, terdiri dari sawah rawa pasang surut, sawah rawa lebak, sawah tadah hujan dan sawah irigasi.

“Yang paling penting, pesan Bupati adalah mempertahankan Kabupaten Banjar Kindai Limpuar,” tambah Fachry. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved