Berita Tapin

Tiga Kali Tes Praktek, Ahmad Fikri Semringah Akhirnya Dapat SIM C

Ahmad Fikri, warga Kampung Lawahan, Desa Cempaka, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin semringah, Jumat (19/7/2019).

Tiga Kali Tes Praktek, Ahmad Fikri Semringah Akhirnya Dapat SIM C
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Foto Betsama Ketua Tim Penelitian Kemitraan Mabes Polri, Kombes Pol Meilina berkeliling melihat ruangan di gedung SPKT Polres Tapin, Jumat (19_7_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ahmad Fikri, warga Kampung Lawahan, Desa Cempaka, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin semringah, Jumat (19/7/2019).

Ia merupakan satu dari beberapa orang yang antre selaku pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) C gedung Endra Dharmalaksana, SPKT Mapolres Tapin.

Saat menunggu proses cetak SIM C miliknya, Ketua Tim Penelitian Kemitraan Mabes Polri, Kombes Pol Meilina mengajak berdialog tentang kinerja pelayanan permohonan SIM di Polres Tapin.

"Bapak pemohon SIM apa? Apakah bapak tahu berapa biaya memohon SIM C, apakah banyak bawa uang? Kalau uangnya tidak cukup, bapak harus kembali ke rumah. Apakah tiga tahun proses memohon SIM C," canda Kombes Meilina.

Baca: Ketakutan Ayu Ting Ting Saat Dihujat Seiring Kabar Dimusuhi Nagita Jessica Iskandar Hingga Luna Maya

Baca: Dampak Psikologi Pertanyaan Kapan Nikah Seperti Yang Diterima Aurel Hermansyah Hingga Via Vallen

Baca: Ekspresi Tak Biasa Vebby Palwinta Saat Bertemu Baim Wong, Eks Rizky Febian Bilang Ini

Baca: 7 Kota di Indonesia dengan Harga Tiket Bioskop Termahal, Banjarmasin Urutan Pertama

Ahmad Fikri mengaku menjalani tiga kali ujian praktek berkendara hingga akhirnya dinyatakan lulus tes praktek dan membayar biaya permohonan SIM C di loket BRI.

Menurut Kombes Pol Meilina, pemohon SIM C harus mengetahui biaya yang harus dikeluarkan sejak dari rumah.

Sosialisasi keterbukaan biaya pelayanan publik di Mapolres Tapin harus diketahui publik, sosialisasi keterbukaan itu dapat dilakukan melalui media sosial jejaring Facebook dan Instagram.

"Tujuan sosialiasi biaya pelayanan di Mapolres Tapin di media sosial itu agar masyarakat permohon tidak bolak-balik ke rumah hanya karena kurang biaya," katanya.

Masyarakat diminta Kombes Pol Meilina bersikap kritis jika ternyata biaya yang tertera selesih atau berbeda lebih bayak saat berada di loket pembayaran.

"Silakan bapak bertanya ke bapak ini jika biaya yang tertera tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan saat mengambil SIM C," katanya menunjuk Wakapolres Tapin, Kompol Iwan Hidayat.

Kombes Pol Meilina berkeliling di setiap ruangan yang ada di gedung Endra Dharmalaksana, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Tapin.

Ada 7 ruangan, enam ruang layanan dan layanan Satintelkam dan satu ruangab lakstasi atau ruang khusus menyusui bayi bagi pemohon yang membawa balita.

Gedung megah itu dilengkapi juga mesin pendingin, televisi layar datar, colokan baterai handphone dan alat permainan anak dan barisan kursi untuk antrean menunggu panggilan.

Keberadaan SPKT atau Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu itu dibangun untuk memenuhi standar pelayanan maksimal Polres Tapin, menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani di lingkungan Polres Tapin.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved