Berita Tabalong

Ada 70.000 Ha Luas Kebun Karet di Kabupaten Tabalong, Daryoto Pupuk Kebunnya Setahun 2 Kali

Kabupaten Tabalong memeiliki lahan perkebunan karet yang luas, banyak warga yang mata pencahariannya sebagai petani karet.

Ada 70.000 Ha Luas Kebun Karet di Kabupaten Tabalong, Daryoto Pupuk Kebunnya Setahun 2 Kali
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Kegiatan penimbangan karet kelompok tani Pelita Abadi Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kabupaten Tabalong memeiliki lahan perkebunan karet yang luas, banyak warga yang mata pencahariannya sebagai petani karet. Sekitar 70.000 hektar luas kebun karet yang tersebar di seluruh kecamatan. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Daerah untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemberian bantuan.

Dinas Pertanian yang juga membidangi masalah perkebunan memiliki program pemberian pupuk bersubsidi kepada petani karet. Salah satu kelompok tani yang rutin mendapatkan program ini adalah kelompok tani Pelita Abadi Desa Masingai.

Daryoto pengelola kelompok tani mengatakan dalam satu hektar lahan perkebunan karet memerlukan 10 karung atau 5 kuintal pupuk.

"Dalam satu tahun pemupukan biasa dilakukan sebanyak dua kali, sehingga petani memang secara berkelanjutan memang perlu diperlukan," ujarnya.

Baca: Sule Dapat Peringatan Saat Unggah Momen Bareng Nunung Srimulat, Ini Kata Ayah Rizky Febian

Baca: Kangen Keluarga, Pengidap Kanker Aluhaluh Kabupaten Banjar Pulang Kampung

Baca: Sneakers Jennifer Lopez Bakal Muncul, Terinspirasi Gaun Ikonik Versace J.Lo di Grammy 2000

Kelompok tadibpelita abadi mrmiliki anggita 18 orang yang rata rata memiliki dua hingga tiga hektar lahan. Pupuk yang biasa dipakai oleh petani adalah jenis urea, Ponska, dan TSP. "Saat ini memasuki pengambilan pupuk tahap dua, dan dengan adanya pupuk bersubsidi sangat membantu petani untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Pasalnya selain harganya lebih mahal, keberadaan pupuk dipasaran juga cukup sulit. Selain susah mencari petani juga kesulitan dalam membawa karena memerlukan biaya pengangkutan. Berbeda dengan pupuk subsidi yang untuk pengangkutannya sudah dibantu.

Daryoto menambahkan rata rata harga perkarung pupuk seharga Rp 200 ribu dan untuk pupuk urea sekitar Rp 250 ribu dipasaran. Sedangkan jika jatah untuk kelompok tani anggota bisa menebus dengan harga Rp 105 ribu.

"Kami bwrharap program ini bisa terus ada sehingga para petani juga tidak kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga lebih murah," ujarnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Tono warga Desa Kambitin Kecamatan Tanjung, dirinya sudah puluhan tahun menjadi petani karet dan telah merasakan kemudahan dengan adanya bantuan pupuk bersubsidi.

Selain mendapatkan harga yang lebih murah dirinya juga tidak lagi kesulitan dalam mencari pupuk dipasaran. "Sekarang ada banyak kabar adanya pupuk palsu yang beredar dipasaran, dengan melalui program pemerintah kekhawatiran itu tidak dirasakan oleh kami para anggota kelompok tani," ujarnya.

Harga upuk NPK misalnya biasa dibeli dengan harga Rp 125 ribu persak sudah dengan biaya kirim yaitu transportasi dan upah angkut, sedangkan dipasaran biasa dijual dengan harga Rp 140 ribu belum termasuk biaya antar sampai kerumah.

"Dalam satu tahun mendapatkan jatah dua kali sesuai dengan jadwal pemupukan karet yaitu setiap enam bulan sekali," ujarnya.

Di Kabupaten Tabalong ada 720 kelompok pertanian yang selama ini menjadi binaan dari Dinas Pertanian, pemberian pupuk bersubsidi disesuaikan dengan jumlah usulan yang sebelumnya telah diululkan Poktan pada tahun sebelumnya

Untuk tahun 2019 Kabupaten Tabalong mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi yaitu pupuk Urea berjumlah 1.298 ton, pupuk SP-36 berjumlah 354 ton, pupuk ZA sebanyak 37 ton, NPK sebanyak 1.404 ton dan pupuk organik 120 ton. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved