Berita Olahraga

Atlet Bridge Banyak Sepuh, Gabsi Ingin Regenerasi

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan Hermansyah membuka secara resmi Kejuaraan Bridge Provinsi di Hotel Delima Banjarmasin

Atlet Bridge Banyak Sepuh, Gabsi Ingin Regenerasi
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
atlet bridge saat ikut ajang Kejuaraan Bridge 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan Hermansyah membuka secara resmi Kejuaraan Bridge Provinsi di Hotel Delima Banjarmasin Sabtu (20/7/2019) pagi.

Ajang adu otak kartu ini diikuti delapan dari 10 daerah yang memiliki cabang Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) di Banua.

Hermansyah mengatakan olahraga tidak hanya fisik, tapi ada juga olahraga otak salah satunya catur dan bridge.

"Kenapa kita ingin kegiatan ini dilaksanakan di hotel karena kita ingin suasana yang adem dan nyaman bagi para atlet sebab ini memerlukan banyak pikiran dan Dispora Kalsel siap memfasilitasi," kata dia.

Hermansyah melihat banyak atlet muda daerah yang ikut serta sehingga diharapkan bisa menjadi regenerasi dan juga ajang seleksi untuk menuju PraPON nanti.

Baca: LIVE MOLA TV! Link Live Streaming Manchester United vs Inter Milan ICC 2019, Siaran Langsung TVRI

Baca: Ahsan/Hendra Lolos Final! Hasil Semifinal Indonesia Open 2019, Marcus/Kevin Ditunggu di Final

Baca: LIVE INDOSIAR! Link Live Streaming Madura United vs Arema FC di Liga 1 2019, Cek Juga Vidio.com

Baca: LINK Live Streaming Trans7 Indonesia Open 2019 Sabtu (20/7) Cek Link TVRI & Youtube Djarum Badminton

Ketua Gabsi Kalsel, Suripno Sumas, mengatakan, ada delapan daerah yang ikut di kejuaraan ini yakni kabupaten HSS, HSU, Tabalong, HST, Banjarbaru, Banjarmasin, Kotabaru dan Tanahlaut.

"Sementara dua daerah memilih absen tanpa kabar yakni Tanah Bumbu dan Balangan. Tiga kabupaten lagi seperti Banjar, Batola dan Tapin belum membentuk cabang Gabsi," kata dia.

Kegiatan ini juga dalam rangka persiapan PraPON yang akan digelar Oktober nanti di Kendari.

Anggita DPRD Kalsel ini mengakui untuk atlet bridge di Banua sangat kurang sekali.

Bahkan atlet laki-laki di kabupaten dan kota sudah memasuki usia senja.

"Kami masih berharap di tingkat atlet wanita. Oleh sebab itu saya berharap KONI Kalsel menganggarkan dana untuk turnamen antarkabupaten atau turnamen bridge pelajar dan mahasiswa. turnamen ini nanti yang bakal melahirkan atlet penerus Banua," ujar dia.

Suripno Sumas ingat pada 1970an Kalsel pernah meraih peringkat 1 tingkat mahasiswa se Indonesia di Semarang, Jawa Tengah.

"Kita perlu kader-kader muda makanya perlu banyak kejuaraan," pungkas dia.

banjarmasinpost/Khairil rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved