Berita HST

Harga Cabai di Kabupaten HST Melambung, Petani Pandawan Bergairah Merawat Kembali Tanaman Cabainya

Harga cabai saat ini mulai tinggi. Petani cabai si Kabuapaten Hulu Sungai Tengah mulai melakukan pemeliharaan terhadap tanamanan cabai miliknya.

Harga Cabai di Kabupaten HST Melambung, Petani Pandawan Bergairah Merawat Kembali Tanaman Cabainya
Banjarmasinpost.co.id/Kaspul Anwar
Ilustrasi - Pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari sedang melayani pembeli. Harga Cabai naik hingga Rp80 ribu perkilogram 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Harga cabai saat ini mulai tinggi. Petani cabai si Kabuapaten Hulu Sungai Tengah mulai melakukan pemeliharaan tanamanan cabai miliknya.

Seperti halnya, Burhan warga Mahang Sungai Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini mulai memupuk kembali tanaman cabai miliknya.

Ia mulai bergairah kembali setelah harga cabai rawit mencapai Rp 50 ribu per kilogram di tingkat petani ke pengepul.

Harga ini membuatnya bergairah lagi bertani. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya harga cabai rawit murah. Bahkan lebih rendah setengahnya dari harga jual saat ini.

Burhan sempat putus asa. Bahkan, harga cabai yang murah membuatnya mengabaikan tanamannya. Sebab, bebernya hasil jual panen tak menutup harga produksi.

"Sempat saya abaikan. Sekarang mulai naik. Tentunya kini mulai saya pupuk lagi. Lumayan harganya," katanya.

Baca: Junaidi Senang Harga Cabai Hiyung Naik Rp 15 Ribu Per Kilogram, Segini Harga Per Kilo di Banjarmasin

Baca: Cabai Merah Hingga Emas Perhiasan Bakal Pengaruhi Inflasi Juli 2019, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Baca: Tingginya Harga Cabai di Banjarmasin Diprediksi Hingga Lebaran Idul Adha

Hal serupa ditimpali Amat, petani cabai di Labuan Amas Selatan. Amat juga mulai rutin merawat tamaman cabainya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Misradi, mengatakan untuk memotivasi petani, pihaknya memberikan bantuan bibit cabai kepada petani.

Bantuan ini berasal dari ABPD Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan APBD Provinsi Kalimantan Selatan.

"Bantuannya berupa bibit cabai rawit. Di Hulu Sungai Tengah yang mudah dikembangkan cabai rawit. Baik dari penanggulangan hama dan sebagainya," tuntasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved