Berita HST

Harga Cabai Mulai Mahal, Warga di Hulu Sungai Tengah Mulai Rawat Kembali Tanaman Cabai

Harga cabai saat ini mulai tinggi. Petani cabai si Kabuapaten Hulu Sungai Tengah mulai melakukan pemeliharaan terhadap tanamanan cabai miliknya.

Harga Cabai Mulai Mahal, Warga di Hulu Sungai Tengah Mulai Rawat Kembali Tanaman Cabai
Banjarmasinpost.co.id/Kaspul Anwar
Pedagang cabai di Pasar Sentra Antasari sedang melayani pembeli. Harga Cabai naik hingga Rp80 ribu perkilogram 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Harga cabai saat ini mulai tinggi. Petani cabai si Kabuapaten Hulu Sungai Tengah mulai melakukan pemeliharaan terhadap tanamanan cabai miliknya.

Seperti halnya, Burhan warga Mahang Sungai Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini mulai memupuk kembali tanaman cabai miliknya.

Ia mulai bergairah kembali setelah harga cabai rawit mencapai Rp 50 ribu per kilogram di tingkat petani ke pengepul.

Harga ini membuatnya bergairah lagi bertani. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya harga cabai rawit murah. Bahkan lebih rendah setengahnya dari harga jual saat ini.

Burhan sempat putus asa. Bahkan, harga cabai yang murah membuatnya mengabaikan tanamannya. Sebab, bebernya hasil jual panen tak menutup harga produksi.

Baca: Sebelum Nikahi Nagita, Raffi Ahmad Buat Wanita Sebagai Bahan Taruhan, Tyas Mirasih atau Yuni Shara?

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming Timnas Indonesia U-18 vs Deltras Jelang Piala AFF U-18 2019 di PSSI TV

Baca: Perebutan Suksesor PM Malaysia, Mahathir Minta Anwar dan Azmin Berdamai, Video Asusila Beredar

"Sempat saya abaikan. Sekarang mulai naik. Tentunya kini mulai saya pupuk lagi. Lumayan harganya," katanya.

Hal serupa ditimpali Amat, petani cabai di Labuan Amas Selatan. Amat juga mulai rutin merawat tamaman cabainya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Misradi, mengatakan untuk memotivasi petani, pihaknya memberikan bantuan bibit cabai kepada petani.

Bantuan ini berasal dari ABPD Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan APBD Provinsi Kalimantan Selatan.

"Bantuannya berupa bibit cabai rawit. Di Hulu Sungai Tengah yang mudah dikembangkan cabai rawit. Baik dari penanggulangan hama dan sebagainya," tuntasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved