Berita Banjar

Kondisi Kian Drop, Paman Pentol Pengidap Kanker Dievakuasi ke Tempat Ini

Kondisi fisik Nassoha (41), paman pentol pengidap kanker kelenjar getah bening stadium empat (parah), kian drop.

Kondisi Kian Drop, Paman Pentol Pengidap Kanker Dievakuasi ke Tempat Ini
FKMKB UNTUK BPOST GROUP
DIPAPAH - Relawan PMI/EBR Martapura memapah Nassoha dari kediamannya di Desa Danausalak menuju mobil ambulans untuk dievakuasi ke RS Raza, Kamis (18/07/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kondisi fisik Nassoha (41), paman pentol pengidap kanker kelenjar getah bening stadium empat (parah), kian drop.

Benjolan di lehernya makin mmbesar dan memerah. Warga Desa Danausalak RT 005 RW 03, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), itu pun mulai merasakan nyeri yang teramat sangat.

Suhu tubuhnya juga meninggi, badannya panas. Fisik Nassoha pun melemah. Ia tak berdaya, terbaring di kediamannya.

"Itu kondisi beliau pada Rabu kemarin," beber Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB) Mahrani Ahmad, Sabtu (20/07/2019).

Baca: Sule Jadi Sorotan Saat Komedian Nunung Eks Srimulat dan Suami Ditangkap Kasus Narkoba

Baca: KPK Kunjungi Kalsel, Tambang Batubara di Kalsel Tak Separah Kaltim

Baca: Kiprah Relawan Remaja Tala Bantu Pasien Tak Mampu, Ravina Dampingi Bayi Penderita Jantung Bocor

Baca: JCH Kapuas Masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Minggu Dini Hari Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sekadar diketahui FKMKB sejak sekitar dua pekan silam membantu menangani Nassoha. Bahkan para mahasiswa itu telah melalukan aksi sosial turun ke jalan menggalang dana kemanusiaan untuk biaya pengobatan Nassoha. Dana yang terhimpun juga telah mereka serahkan.

Kamis (18/07/2019), Nassoha kembali dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalecha (Raza), Martapura, oleh relawan (PMI dan EBR) menggunakan ambulans. Dua orang relawan harus memapah mengingat kondisi paman pentol itu begitu lemah.

Namun karena kondisi Nassoha tak kunjung membaik, pihak RS Raza menyarankan agar segera dibawa ke RSU Ulin di Bnajarmasi untuk menjalani pngobatan di RS Ulin. Ini mengingat RS Raza tak memiliki peralatan untuk tindakan medik tersebut.

"Pukul 14.00 Wita, Jumat kemarin, saya ditelepon Pak Nassoha. Beliau minta dijemput dan diantar ke Rumah Singgah di Banjar agar jika ada apa-apa bisa cepat ditangani," timpal Nurul Habibah, pengurus FKMKB.

Relawan PMI/EBR Martapura memapah Nassoha ke ambulans
Relawan PMI/EBR Martapura memapah Nassoha ke ambulans (Dari Relawan PMI/EBR)

Dengan bantuan relawan Palang Merah Indonesia Cabang Martapura, Jumat (19/07/2019) sore, Nassoha dievakuasi ke Banjarmasin menggunakan ambulans. Relawan FKMKB turut mendampingi.

Baca: Ditangkap Pakai Narkoba, Begini Nasib Nunung di Ini Talkshow

Baca: Puluhan Warga Mulur Sukoharjo Jadi Korban Investasi Bodong, Korbannya Petani sampai Guru

Baca: Akibat Abrasi, Rumah Wargadi Banjarmasin Selatan Ini Rusak Berat dan Jadi Puing di Sungai

"Pukul 18.20 Wita menjelang magrib Pak Nassoha tiba di Banjarmasin. Beliau diistirahatkan di rumah singgah CISC (cancer information support center) Kalimantan Selatan di Km 5,5 Banjarmasin," tandas Mahrani.

Langkah selanjutnya, lanjut Mahrani, FKMKB bersama relawan mahasiswa STIEPAN dan PMPS (persatuan mahasiswa peduli sosial) akan melakukan pendampingan.

"Pak Nassoha direncanakan akan segera menjalani kemoterapi di klinik ternama di kawasan Pal 6, Banjarmasin. Itu juga sesuai petunjuk dari dokter di RSU Ulin agar beliu cepat tertangani," sebut Mahrani.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved