Berita Banjarmasin

Kondisi RPU Tambal Sulam, Lima Pedagang Besar Ayam Keluar, Bersedia Masuk dengan Syarat ini

Unit pelaksana teknis rumah potong unggas (UPT RPU) Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin hanya bisa pasrah.

Kondisi RPU Tambal Sulam, Lima Pedagang Besar Ayam Keluar, Bersedia Masuk dengan Syarat ini
edi nugroho
Kondisi rumah potong unggas (RPU) di kawasan Basirih Banjarmasin Selatan milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Unit pelaksana teknis rumah potong unggas (UPT RPU) Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin hanya bisa pasrah.

Soalnya, sampai saat ini masih tercatat sebanyak lima pedagang besar yang sebelumnya memotong ayam di RPU kini keluar dari RPU setempat.

“Iya lima pengusaha besar ayam lari dari RPU. Mereka sudah kita surati dua kali, tapi nggak mau masuk RPU. Alasannya, RPU minta dibenahi secara layak,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Unggas (UPT RPU) Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Sulasno, Jumat (19/7).

Menurut Sulasno, lima pedagang besar yang keluar dari RPU itu itu diantaranya H Masri, H Basir, H Muhammad dan H Samsul.

Lima pedagang besar ayam itu memotong ayam sekitar 3.000 ekor di luar RPU.

Baca: Alami Kasus Serupa dengan Hilda Vitria, Kriss Hatta Berharap Galih Ginanjar Minta Maaf Pada Fairuz

Baca: Penampilan Perdana Ayu Ting Ting di OVJ Hingga Nasib Pesbukers yang Sisakan Raffi Ahmad & Eko Patrio

Baca: Sempat Putus Asa Luna Maya Lakukan Hal Gila Diungkap Melaney Ricardo, Saat Reino Nikahi Syahrini?

Baca: Nasib Nunung Srimulat di Program Ini Talkshow NET TV, Teman Sule & Andre Taulany Terjerat Narkoba

Menurutnya, dinas peternakan sudah mengajukan pembangunan RPU modern melalui dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat.

Pemerintah pusat beralasan tidak ada menu untuk pembangunan RPU modern atau menu peternakan.

“Kan RPU itu bidang pertanian, nah bidang pertanian itu meliputi peternakan juga,” katanya.

Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Anwar Ziady, mengakui kondisi bangunan di sejumlah blok RPU di Basirih masih memprihatikan yakni seperti tambal sulam seng.

“Seharusnya bangunan RPU tambal sulam seng itu sudah waktunya direhab. Bangunan RPU seng itu dibangun sejak tahun 2.000 silam. Dinding seng kkeropos kena cipratan darah ayam,” katanya.

Dijelaskannya, rehab bangunan seng RPU Basirih sudah diusulkan beberapa kali lewat APBD dan lewat DPRD Kota Banjarmasin selalu kandas di tengah

Bahkan, semua anggota Komisi II dewan pernah melihat kondisi RPU Basirih yang memprihantinkan.

Bambang Yanto, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, mengaku tidak tahu kenapa usulan pembangunan RPU modern ke Pemko ditolak pada zaman komisi II sebelumnya.

Nah, jika Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin berkoordinasi dengan dewan lagi tentu usulan pembangunan RPU modern pada 2020 akan didukung komisi II.

“Yaa kita akan memberikan dukungan pembangunan RPU modern pada 2020 mendatang,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved