BPost Cetak

KPK Kunjungi Kalsel, Tambang Batubara di Kalsel Tak Separah Kaltim

Ketika melihat kondisi tambang di Kalimantan Selatan, tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK menilai tak separah di Kalimantan Timur

KPK Kunjungi Kalsel, Tambang Batubara di Kalsel Tak Separah Kaltim
BPost Cetak
BPost Edisi Sabtu (20/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ketika melihat kondisi tambang di Kalimantan Selatan, tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai tak separah di Kalimantan Timur.

 Di provinsi tetangga tersebut, luas areal tambang baru bara yang tertera dalam perizinan ternyata melebihi luas daratan.

“Kami lihat di Kalsel cukup ideal dan memang lebih tersorot di Kaltim soal tambang ini ketimbang di Kalsel,” kata pegawai Korsupgah KPK Wilayah VII, Rosma Ali Yusuf, saat meninjau lokasi tambang di Kabupaten Banjar, Kamis (18/7/2019).

Ini setelah dia membolak balik kertas berupa peta dan luasan tambang di Kalsel yang disodorkan pegawai Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel.

Rosma mengatakan luas areal tambang berdasarkan izin yang dikeluarkan di Kaltim ada 13,83 juta hektare. Padahal luas daratan Kaltim hanya 12,7 juta hektare.

Izin tersebut berupa izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK), izin usaha pertambangan (IUP) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) .

Kepala Dinas ESDM Kalsel, H Isharwanto, mengatakan luasan izin pertambangan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan luasan Kalsel. Dia menjabarkan pemegang IUP saat ini ada 236 dari sebelumnya 595. Luasan IUP 325.574,15 hektare. Sedangkan luasan PKP2B 259.648 hektare dan luasan kontrak karya 22.476 hektare.

Artikel ini lebih lengkap bisa dibaca di Banjarmasinpost Edisi Sabtu (20/7/2019)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved