Opini

Mengkritisi Polemik Sistem Zonasi

Sistem zonasi, Kemendikbud dinilai melanggar UU sistem Pendidikan. Sistem ini banyak mengundang berbagai polemik di masyarakat.

Mengkritisi Polemik Sistem Zonasi
banjarmasinpost.co.id/achmad Maudhody
Puluhan Orang Tua Siswa Datangi Kantor Dewan Kalsel Adukan Kekecewaan Terkait PPDB 

Oleh: Nurul Huda De Musfa
Pemerhati Pendidikan

Ketimpangan kualitas pendidikan masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya yang terjadi di Kalimantan Selatan dan di Jawa Timur.

Penerapan sistem zonasi ini menjadi akar ketimpangan itu. Penerapan sistem ini beranggapan bahwa semua bisa sekolah dengan pemerataan yang berkualitas. Sistem zonasi, Kemendikbud dinilai melanggar UU sistem Pendidikan.

Hal ini bisa dilihat bahwasanya peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengundang berbagai polemik di masyarakat.

Banyak masyarakat yang menyayangkan penerapan ini dilakukukan, hasilnya begitu banyak siswa dengan hasil akademis tinggi gagal memasuki sekolah unggulan.

Baca: Putar Balik Jaraknya Terlalu Jauh, Warga Tatah Pemangkih dan Tatah Layap Keluhkan Saat Menyeberang

Baca: Banyak Perumahan dan Wisata Waterboom, Mohon Perbaikan Jalan Padat Karya

Baca: Merenungi Kedatangan KPK di Kalsel

Sistem yang dinilai efektif justru membuat hal ini bertentangan dengan UU pendidikan. Pasal 16 Ayat (1) Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 yang mengatur sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) bertentangan dengan pasal 51 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas).

Dalam ayat permendikbud tersebut, tertulis bahwa semua sekolah di bawah kewenangan pemerintah wajib mengalokasikan 90 persen kuota siswa barunya untuk pendaftar yang berdomisili di zona dekat sekolah.

Sementara pasal dalam UU sisdiknas disebutkan yang digunakan adalah prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah.

Mengundang Kontra

Sistem ini mengundang kontra dari para orangtua hingga calon peserta didik baru. Mereka merasa hal ini sangat membebani. Pasalnya tak dapat dipungkiri setiap pelajar menginginkan suatu sekolah yang unggul.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved