Retribusi Toko

Pemko Sulit Melakukan ini, Sejumlah Toko Tak Ditemukan di Lapangan, tapi Tercatat di Aplikasi

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin menemukan sejumlah toko tidak ditemukan di lapangan namun namanya ada di aplikasi penagihan

Pemko Sulit Melakukan ini, Sejumlah Toko Tak Ditemukan di Lapangan, tapi Tercatat di Aplikasi
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Sabtu (20/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin menemukan sejumlah toko tidak ditemukan di lapangan namun namanya ada di aplikasi penagihan retribusi sewa toko, sehingga terus menerus tercatat sebagai piutang.

“Tokonya tidak ada di lapangan sehingga kami tidak bisa melakukan penagihan. Ini mengejutkan kami. Nah, dari kondisi data ini, kami terus melakukan pembenahan data jumlah los, bak dan toko,” kata Kabid Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Jumat (19/7).

Menurut Tesar, panggilan akrabnya, selain itu toko, kios, bak, los yang ada kondisinya banyak yang sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh pemegang hak karena keadaan atau bahkan rusak, sehingga secara aplikasi akan tetap terhitung piutang.

“Ini menjadi penyebab piutang sektor pasar,” tegas Tesar.

Baca: Penampilan Perdana Ayu Ting Ting di OVJ Hingga Nasib Pesbukers yang Sisakan Raffi Ahmad & Eko Patrio

Baca: Kepanikan Nunung Srimulat Saat Digerebek Narkoba Hingga Buang Sabu Seharga Ini ke Toilet

Baca: Sempat Putus Asa Luna Maya Lakukan Hal Gila Diungkap Melaney Ricardo, Saat Reino Nikahi Syahrini?

Baca: Sule Jadi Sorotan Saat Komedian Nunung Eks Srimulat dan Suami Ditangkap Kasus Narkoba

Baca: Peringatan Sonny Septian Saat Barbie Kumalasari Singgung soal Anak Fairuz A Rafiq-Galih Ginanjar

Belum lagi, sambung Tesar, belum adanya ketidaksesuaian antara data pada aplikasi layanan informasi manajeman pasar dengan kondisi riil di lapangan seperti toko tidak ditemukan di lapangan namun nama ada di aplikasi penagihan.

Tesar berharap seluruh pedagang yang menempati toko, kios atau bak di pasar milik Pemko Banjarmasin dapat dengan sadar diri datang ke kantor bidang pasar untuk melakukan pengecekan tunggakan dan langsung membayarnya.

“Bisa juga dengan cara diangsur dengan catatan harus membuat surat pernyataan, “ katanya.

Dia mengimbau, jangan sampai usaha yang dijalankan tidak barokah karena tidak menunaikan kewajiban untuk membayar retribusi sewa toko.

Terlihat sepele, namun ini bisa dicatat sebagai utang pedagang kepada pemerintah, dan secara hukum dunia maupun agama utang akan terus tercatat sebagai utang.

Dijelaskannya, untuk besarnya jumlah tungggakan pasar pihaknya belum bisa menyampaikan secara pasti.

Soalnya kondisi di lapangan ada ketidaksinkronan di aplikasi di bidang pasar dan jumlah toko-toko di Kota Banjarmasin.

“Seperti di Pasar Abadi Beton atau Pasar Lama itu untuk di aplikasi e-limpas ada sebanyak 47 pedagang, tapi setelah pengecekan di lapangan pedagang di lapangan cuma 21 pedagang saja, sehingga terhitung sebagai tunggakan terus” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved