Berita Banjarmasin

Rumah Syahruddin di Mantuil Banjarmasin Selatan Ambles ke Dalam Sungai, Satu Keluarga Basah Kuyub

Rumah Syahruddin ambles. warga Jalan Mantuil Permai Teluk Langgar Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kalsel ambles ke dalam sungai.

Rumah Syahruddin di Mantuil Banjarmasin Selatan Ambles ke Dalam Sungai, Satu Keluarga Basah Kuyub
banjamasinppost.co.id/ahmad rizky abdul gani
Rumah Syahruddin di Mantuil, Banjarmasin selatan, Banjarmasin, ambles ke dalam sungai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Syahruddin (58), warga Jalan Mantuil Permai Teluk Langgar Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan Kalsel, terpaksa tidak bisa bekerja, Sabtu (20/7) siang kemarin.

Rutinitasnya yang biasa pergi ke muara sungai menaiki kelotok besar untuk mengumpulkan sisa-sisa batu bara dari kapal tongkang, pun hari itu sementara waktu harus ditanggalkannya dulu.

Itu dikarenakan ia masih banyak dihadapkan dengan pekerjaan rumah yang belum selesai. Sejumlah pakaian dan kasur yang basah nampak terjemur di depan halaman rumah tetangganya.

Tidak terkecuali gundukan tralis jendela, material kayu hingga perabot rumah tangga yang sedikit masih nampak basah, juga terlihat tersusun tak beraturan di tempat tersebut.

"Sementara ya terpaksa tidak bisa kerja dulu. Karena masih banyak yang harus dibereskan, termasuk ini," ujarnya seraya menunjuk ke arah sungai.

Baca: Bank Mandiri Jamin Saldo Rekening Nasabah Kembali dalam 2-3 Jam, Minta Cek ke Kantor Cabang Mandiri

Ya, nasib apes Jumat (19/7) pagi kemarin baru saja menimpa satu keluarga yang ditinggal di kawasan Jalan Mantuil Permai Teluk Langgar RT 23 Kelurahan Mantuil.

Rumah Syahruddin ambles. Berada di pinggir sungai, kondisi tersebut juga hanya menyisakan separuh fisiknya yang masih mengapung.

Sementara Syahruddin yang masih sangat bergantung sekali dengan material bangunan tersebut, pun mengikatkan tali ke bagian sudut rumahnya tenggelam.

Hal itu ia lakukan agar material tempat tinggalnya yang semula ambles dan hancur tersebut tidak hanyut terbawa arus sungai dan bisa dimanfaatkan kembali.

"Karena kalau mau beli yang baru pun, tidak ada uangnya lagi. Makanya sedapat mungkin material rumah ini nanti diambil untuk membangun kembali," jelasnya.

Disinggung mengenai lahan, Syahruddin mengaku sebetulnya sudah menyiapkannnya meski berasal dari tanah warisan orangtua. Namun yang menjadi persoalan lainnya adalah biaya pembangunan rumah.

Baca: Satuan Narkoba Polrestabes Bandung Temukan “Kebun” Ganja di Margasari, Kota Bandung

Pasalnya, ia yang hanya bergantung sebagai pengumpul batu bara sisa di tongkang-tongkang, mengaku tak memiliki biaya atau tabungan lagi. Upah itu habis menurut Syahruddin lantaran digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Kadang Rp 100 ribu, Rp 125 ribu dan Rp 80 ribu serta bahkan pernah tidak dapat sama sekali karena harus menunggu kapal tongkang yang lewat usai bongkar, baru kami datangi untuk bersihkan sisa-sisa batu bara tadi," jelasnya.

Sehubung itupula, meski kini ia bersama istri dan anaknya telah mendapatkan tumpangan sementara di rumah keluarganya, namun kerisauan untuk tinggal di rumah sendiri tetap menjadi harapan besarnya.

Ya kalau ada, saya sangat berharap sekali mendapatkan bantuan. Terutama biaya pembangunan. Karena kalau untuk material dan lahan, saya sudah ada. Tinggal nanti membangunnya, " kata Syahruddin. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved