Berita Cuaca

INFO VIRAL Potensi Tsunami 20 M Selatan Jawa, BMKG: Mengungsinya Bukan Sekarang!

Informasi viral potensi tsunami selatan Jawa banyak salah ditanggapi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerima laporan bahwa banyak

INFO VIRAL Potensi Tsunami 20 M Selatan Jawa, BMKG: Mengungsinya Bukan Sekarang!
dok BBC Indonesia
Buoy mendeteksi tinggi gelombang di laut secara akurat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Informasi viral potensi tsunami selatan Jawa banyak salah ditanggapi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerima laporan bahwa banyak warga Cilacap - salah satu wilayah yang tsunaminya diprediksi bisa mencapai 20 meter jika gempa megathrust bermagnitudo 8,8 terjadi - mengungsi.

Menanggapi sikap warga tersebut, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG menyatakan bahwa warga memang mungkin perlu mengungsi suatu saat nanti jika terjadi bencana tetapi itu tidak perlu dilakukan sekarang.

"Untuk saat ini tidak ada yang perlu ditakutkan dan dikhawatirkan terkait tsunami," katanya. "Sikap waspada harus dilakukan tetapi kami meminta masyarakat agar tidak terlalu takut dan khawatir berlebihan karena malah akan membuat tidak produktif."

Potensi tsunami selatan Jawa didasarkan atas bukti-bukti sejarah adanya tsunami di selatan Jawa beserta pemodelan skenario yang mungkin terjadi pada masa depan. Di Cilacap, ahli menemukan deposit akibat tsunami ribuan tahun lalu.

Baca: Warga Selatan Jawa Resah Kabar Potensi Gempa dan Tsunami Viral, Begini Faktanya Menurut BMKG

Baca: UPDATE Kasus Narkoba Nunung dan Suami, Ditangkap di Depan Anak dan Menantu sampai Tak Bisa Dijenguk

Baca: Bandingkan Foto Lawas Krisdayanti dan Ashanty Zaman Dulu, Mantan Istri Anang Mirip Aurel?

Baca: Motor Bergaya Cafe Racer Produk Kawasaki Meluncur di GIIAS 2019, Jangan Kaget Lihat Harganya?

Dalam 200 tahun terakhir, tsunami telah menghantam selatan Jawa. 4 Januari 1840, menurut Katalog Soloviev and Go, terjadi gempa bermagnitudo 7 memicu tsunami. Lalu pada 11 September 1921, terjadi gempa bermagnitudo 7,5 yang menimbulkan tsunami di Parangtritis dan Cilacap. Terakhir, tsunami Pangandaran pada 2006.

Meski telah berhasil mengungkap beberapa tsunami pada masa lalu dan potensi kejadian pada masa depan, ahli di belahan dunia mana pun belum bisa menentukan kapan tsunami akan terjadi, sebab gempa pemicu tsunaminya sendiri juga tak bisa diprediksi.

"Gempa kuat hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan terjadinya, di mana lokasinya, berapa kekuatannya. Kapan gempa terjadi belum ada yang tahu sehingga jangan mudah percaya isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya," ungkap Daryono.

Daryono pada Minggu (21/7/2019) menegaskan, BMKG saat berita ini diturunkan tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami di wilayah Cilacap atau mana pun di Indonesia. warga tidak perlu khawatir hantaman gelombang tsunami jika beraktivitas di pantai.

Lebih lanjut, warga perlu memahami tentang definisi potensi tsunami. Potensi didasarkan atas sejarah dan perhitungan dengan angka deviasi lebar. Sementara, prediksi merujuk pada sesuatu yang hampir pasti akan terjadi pada waktu dekat.

Masyarakat awam juga perlu menyadari bahwa ahli gempa dan tsunami biasa bicara dengan rentang waktu yang lebar, puluhan ribu tahun. Sehingga menurut ahli tsunami purba dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto, "Segera orang geologi tidak sama dengan segera orang awam."

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved