Berita Kesehatan

Jangan Disepelekan Suara Ibu, Soalnya Berpengaruh pada Perkembangan Otak Anak

Hasil penelitian beberapa dekade telah menunjukkan, bahwa anak-anak lebih menyukai suara ibu mereka daripada orang lain.

Jangan Disepelekan Suara Ibu, Soalnya Berpengaruh pada Perkembangan Otak Anak
Thinkstock
Ilustrasi ibu menggendong bayinya 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hasil penelitian beberapa dekade telah menunjukkan, bahwa anak-anak lebih menyukai suara ibu mereka daripada orang lain.

Otak seorang anak tampaknya memang didesain untuk awas terhadap suara ibunya, sejak mereka masih dalam kandungan.

Di sebuah ruangan yang penuh sesak, ibu Anda memanggil nama Anda dan dalam waktu sepersekian milidetik, otak Anda langsung bereaksi mengenali suaranya sebagai sesuatu yang akrab bagi Anda.

Tapi, apa yang bisa menjelaskan tentang reaksi neuron ini?

Dalam sebuah studi klasik, para ilmuwan menemukan bahwa bayi mengisap dot lebih kencang setiap kali mereka mendengar suara ibu mereka, dibandingkan dengan suara wanita lain.

Baca: Terduga Pelaku Pembunuhan Presenter TVRI di Kendari Ditangkap, Begini Motifnya Menurut Pelaku

Baca: Viral Driver Taksi Online Grab Dapat Orderan Mistis di Makassar Antar ke Kuburan hingga Kerasukan

Baca: Akal-akalan Nunung, Transaksi Narkoba Ditutupi dengan Jual-beli Perhiasan, Pernah Pakai Bareng Artis

Itu membuktikan, bahwa suara ibu dapat membantu bayi memberi makan diri mereka sendiri dengan cara yang benar. Bayi yang mendengar suara ibu mereka, makan dua kali lebih cepat dari bayi yang tidak mendengar suara ibunya.

Tim peneliti dari Stanford University Medical Center meneliti apa yang terjadi di dalam otak bayi saat mereka mendengar suara ibu mereka.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of the Sciences mengungkapkan, pentingnya mendengar suara ibu dalam waktu kurang dari satu detik setelah lahir.

"Tidak ada yang benar-benar tampak di sirkuit otak yang mungkin terlibat," kata penulis senior studi tersebut, Vinod Menon, seorang psikiatri dan profesor ilmu perilaku.

Untuk melihat kerja otak anak, peneliti mengamati 24 anak yang sehat yang berada di usia sekitar 10 tahun, menggunakan mesin MRI.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved