Berita Tanahbumbu

Kuota Tak Sesuai Data Saat Konversi, Disdagri Tanahbumbu Sebut Ini Penyebab Gas Melon Langka

Kelangkaan gas melon atau LPG 3 Kg berlangsung cukup lama, selain mahal dan sulit didapat masyarakat rumah tangga miskin (RTM) sedikit terungkap.

Kuota Tak Sesuai Data Saat Konversi, Disdagri Tanahbumbu Sebut Ini Penyebab Gas Melon Langka
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Ilustrasi: gas melon diduga ilegal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kelangkaan gas melon atau LPG 3 Kg berlangsung cukup lama, selain mahal dan sulit didapat masyarakat rumah tangga miskin (RTM) sedikit terungkap. Salah satu penyebab karena minimnya kuota LPG untuk RTM di daerah ini.

Dikemukakan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) Tanahbumbu Heriansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (20/7/2019).

Dijelaskan Heriansyah penyebab sulitnya gas melon, kerab dikeluhkan RTM di daerah Tanahbumbu. Bermula program dari konversi minyak tanah (mitan) ke gas oleh pemerintah.

Lanjut dia, saat peralihan itu menggunakan pihak ketiga, pemerintah mendata pemakai mitan. Sementara diketahui kala itu hampir semua masyarakat di Tanahbumbu menggunakan mitan.

"Waktu itu didata semua orang, tanpa memandang bulu. Apakah itu orang kaya, apakah itu orang miskin semua dapat," jelas Heriansyah kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca: Titik Lemah Suami Rey Utami, Pablo Benua Diungkap Sosok Ini pada Feni Rose, Singgung Hari Nahas

Baca: Ternyata Ini Penyebab Orang Bisa Meninggal Saat Tidur, Faktanya Banyak yang Tak Tahu

Baca: Aneh! Hidup Dikelilingi Es, Ternyata Orang Kutub Utara Masih Memerlukan Kulkas, Ini Kegunaannya

Berdasar hasil pendataan itu, pemerintah mendistribusikan tabung 3 Kg dan kompor gas. Dengan jumlah penerima sebanyak 70 ribu.

Kemudian diatur dalam peraturan Kementerian, satu RTM mendapat tiga tabung gas melon dalam bulan.

Untuk memenuhi kuota kebutuhan RTM di wilayah Tanahbumbu, seharusnya 70 ribu RTM dikalikan tiga.

"Jadi harusnya 210 ribu tabung setiap sebulanya," ujar Heriansyah kepada banjarmasinpost.co.id.

Tapi kuota diberikan Pertamina, untuk memenuhi kebutuhan RTM hanya 105 ribu dalam satu bulan. "Inikan kalau berdasarkan konversi yang dulu," pungkas Heriansyah.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved