Ekonomi dan Bisnis

Penambang Mengaku Harga Batubara Lesu, Sementara Data BPS Masih Subur Jadi Komoditi Tertinggi

Perusahaan tambang yang memiliki lahan di kawasan kabupaten Banjar ini mengklaim terus beroperasi dengan produksi mencapai 1 juta metrik ton per tahun

Penambang Mengaku Harga Batubara Lesu, Sementara Data BPS Masih Subur Jadi Komoditi Tertinggi
HARIS UNTUK BPOST GROUP
Operator alat berat sibuk melakukan aktivitas di stockpile batu bara di Sungaipinang, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah perusahaan tambang di Kalimantan Selatan mengeluhkan kondisi harga Batubara di pasar dunia yang turun drastis, sejak setahun terakhir. Akibatnya sejumlah perusahaan terpaksa memasarkan produknya untuk kebutuhan dalam negeri.

Kondisi itu seperti disampaikan manajer perusahaan tambang PT Intan Karya Mandiri ( IKM) Syamsudin kepada wartawan saat menerima kunjungan rombongan KPK dan dinas ESDM di lokasi tambangnya kawasan kabupaten Banjar.

Menurut Syamsudin harga yang berlaku saat ini adalah Rp 290 per ton padahal setahun sebelumnya harga dapat mencapai Rp 350 hingga Rp 365 rupiah per ton, sesuai jenis batubara yang ditawarkan.

Kondisi ini memaksa pihaknya melakukan penyesuaian agar tambang dapat terus beroperasi dan karyawan terus bekerja.

Yakni dengan lebih memprioritaskan penjualan batubara untuk dalam negeri.

Baca: Pemprov Kalsel Gelar Rapat Koordinasi, Fydayeen: Retribusi dan Pajak Jangan Bebani Rakyat

Perusahaan tambang yang memiliki lahan di kawasan kabupaten Banjar ini mengklaim terus beroperasi dengan produksi mencapai 1 juta metrik ton per tahun.

"Mudah mudahan harga jual ini nanti tinfgi lagi dan mulai menggeliat lagi," harap pria yang disapa Udin ini.

Dikatakannya perusahaan ini tidak dapat menyimpan terlalu lama cadangan atau stok batubara karena batu muda dapat dengan mudah terbakar serta kualitasnya yang akan semakin rendah.

Kondisi ini tentunya akan semakin berdampak pada fluktuasi harga.

Tapi berdasar data dari Badan Pusat Statistik, komuditi Batubara atau kelompok bahan bakar mineral masih paling banyak dari Kalsel di ekspor ke luar negeri.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved