Berita Banjarmasin

Forum Driver Online Kalsel Tak Puas Jawaban Manajemen Aplikasi Gojek dan Grab Terkait Ini

Dipertemukan dengan Manajemen Gojek dan Grab ditengahi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Forum Driver Online (FDO) Kalsel merasa tak puas.

Forum Driver Online Kalsel Tak Puas Jawaban Manajemen Aplikasi Gojek dan Grab Terkait Ini
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Dipertemukan dengan Manajemen Gojek dan Grab ditengahi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Forum Driver Online (FDO) Kalsel merasa tak puas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dipertemukan dengan Manajemen Gojek dan Grab ditengahi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Forum Driver Online (FDO) Kalsel merasa tak puas.

Kurang lebih satu setengah jam berdiskusi dalam forum di Ruang Rapat Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Senin (22/7/2019), FDO Kalsel menilai jawaban manajemen penyelenggara aplikasi tak memberikan solusi.

Dijelaskan Ketua FDO Kalsel, Pandu Setiawan, walaupun sudah datang bertatap muka, manajemen penyelenggara aplikasi tak memberikan solusi dan jalan tengah atas tuntutan FDO Kalsel.

"Kalau ditanggapi sudah, tapi jauh dari selesai. Kami belum mendapat kepuasan dari jawaban manajemen," kata Pandu.

Dari beberapa tuntutan yang disuarakan FDO Kalsel, pihaknya menentang keras adanya dugaan penerapan klasifikasi pengendara mitra (driver) prioritas.

Baca: Kesal Disebut Tante oleh Fairuz Disebut Alasan Barbie Kumalasari Dalang Vlog Galih, Farhat Ungkap

Baca: Ramalan Zodiak Selasa 23 Juli 2019, Zodiak Hari Ini Sifat Aneh Gemini & Ancaman dari Rekan Libra

Baca: Guru Agama Ini Turut Meningkatkan Ekonomi Rakyat di Kabupaten Tanahbumbu, Begini Caranya

Dengan adanya klasifikasi ini menurutnya menimbulkan kecemburuan antar driver dan berpotensi membuat hubungan antar driver tak kondusif.

Pasalnya, driver yang diduga mendapatkan klasifikasi prioritas terus mendapatkan pesanan dari pelanggan, sedangkan driver yang tak terklasifikasi prioritas kesulitan mendapatkan pesanan.

"Padahal lokasi jauh, tapi kebanyakan driver prioritas yang dapat. Padahal kawan-kawan driver lain lebih dekat ke lokasi order malah tidak dapat. Driver tidak) non-prioritas ini bisa saja dua hari cuma dapat sekali order saja," kata Pandu.

Walaupun menurutnya hal ini pernah disinggung manajemen penyelenggara aplikasi khususnya pada kegiatan Kopdar antara Manajemen dan driver, namun Pandu nyatakan tak ada kriteria jelas dan cara spesifik bagi setiap driver untuk mendapatkan atau mempertahankan klasifikasi tersebut.

"Secara lisan memang pernah disinggung soal ini saat Kopdar, tapi tidak secara rinci dan memang sebaiknya ditiadakan konsep driver prioritas ini," kata Pandu.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved