Kriminalitas Kotabaru

Gagal Memuaskan Nafsu, Remaja ini Kemudian Menganiaya Dua Calon Korbannya yang Masih di Bawah umur

Pelaku berinisial AN (17), warga Kotabaru ini melakukan pemukulan kepada dua bocah tersebut.

Gagal Memuaskan Nafsu, Remaja ini Kemudian Menganiaya Dua Calon Korbannya yang Masih di Bawah umur
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kekerasan pada anak di bawah umur terjadi lagi di Kabupaten Kotabaru, pelakunya juga merupakan anak di bawah umur.

Diduga karena sakit hati kepada perempuan yang selalu gagal dalam asmara, pelaku justru mencoba melampiaskan nafsunya kepada anak laki-laki.

Pelaku berinisial AN (17), warga Kotabaru ini melakukan pemukulan kepada dua bocah tersebut.

Dua anak yang hendak dijadikan korban terus menangis.

Kedua korban tak mau melayani pelaku yang hawa nafsunya sedang memuncak.

Akibatnya kedua korban tersebut dipukul pelaku.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (20/7/19) sekitar pukul 19.00 wita di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru.

Baca: Hubungan Sebenarnya Barbie Kumalasari dan Pengacara Galih Ginanjar Pasca Tepergok Pegangan Tangan

Baca: Membedah Trailer Film Gundala, dari Kehidupan Masa Kecil hingga Muncul Emosi Penonton

Baca: Menjaga Tetap Cantik dan Seksi Para Artis Hollywood yang Sudah Berusia Setengah Abad, Ini Rahasianya

Baca: Alasan Maia Estianty Tak Suka Make Up Tebal Saat Istri Irwan Mussry Sudah Berusia 43 Tahun

Akibat perbuatannya, pelaku diamankan jajaran Polres Kotabaru setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH, melalui Kasat reskrimnya Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, Senin (22/7/19) kepada Banjarmasinpost.co.id, membenarkan kasus penganiayaan anak tersebut.

"Setelah laporan masuk langsung kami tindak lanjuti dan akhirnya bisa menangkap pelaku pada Minggu tanggal 21 Juli 2019 ekitar pukul 10.00 Wita di Jalan Flamboyan Desa Semayap," katanya kepada Bpost.

Iptu Imam menjelaskan, kasus tersebut sudah ditangani lebih lanjut oleh jajarannya.

Kejadian berawal pada saat korban keluar dari musala, kemudian dibujuk oleh orang yang tidak dikenal dengan alasan akan dibelikan makanan ringan

Setelah itu, pelaku membonceng kedua korban dengan menggunakan sepeda motor ke suatu tempat.

Namun, korban terus menangis, pelaku memukul korban di bagian pipi dan kepala, dan pelaku juga sempat mencekik salah satu korbannya.

"Dari penangkapan pelaku, kami juga amankan satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya," katanya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, alasan pelaku melakukan tindak kekerasan saat diinterogasi oleh buser, karena korban tidak mau mengikuti kemauan pelaku.

Korban tidak mau menuruti atau memuaskan nafsunya dengan cara memegang alat kemaluan pelaku.

"Kelainan jiwa sih tidak, cuma karena pelaku juga bersekolah. Namun pelaku mengakui melakukan hal tersebut karena imbas dari kebiasaan yang teman pelaku lakukan terhadap pelaku, jadi dia juga melakukannya terhadap orang lain. Dan dari hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku kecewa karena sudah 5 kali ditolak wanita makanya sakit hati dan ingin melampiaskan kepada anak kecil, " jelasnya.

Iptu Imam juga menyebutkan, kasus kekerasan terhadap anak di bawah Umur tersebut tercantum dalam pasal 80 ayat 1 UU RI No.35 thn 2014 ttg perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved