Film

Menghidupkan The Lion King Setelah 25 Tahun Tidur, Kisah Petualangan Simba Mencari Jati Diri

Saat mendengar kata The Lion King, para penggemar pasti akan teringat dengan sebuah kerajaan para hewan yang dipimpin oleh Simba, seekor singa

Menghidupkan The Lion King Setelah 25 Tahun Tidur, Kisah Petualangan Simba Mencari Jati Diri
Walt Disney Studios
Film produksi Walt Disney Studios, The Lion King, yang akan dirilis pada 19 Juli 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saat mendengar kata The Lion King, para penggemar pasti akan teringat dengan sebuah kerajaan para hewan yang dipimpin oleh Simba, seekor singa penguasa di Pride Lands, Afrika.

Ya, kisah tersebut ada di dalam film animasi berjudul The Lion King yang rilis 1994. Saat itu, The Lion King menjadi film animasi populer anak-anak yang tumbuh di masanya.

Setelah 25 tahun berselang, kisah kerajaan hewan tersebut dihidupkan lagi dengan teknik CG fotorealistik. The Lion King 2019 versi terbaru akan kembali mempertontonkan kemegahan alam liar beserta hewan-hewan di dalamnya.

Ceritanya? Masih sama dengan versi animasinya, tentang perjalanan Simba sang calon raja yang kali ini sulih suaranya diisi oleh Donald Glover yang mencari jati dirinya.

Setelah ayah Simba, Mufasa, yang suaranya kemabli diisi oleh James Earl Jones, meninggal, Simba muda yang merupakan pewaris takhta melarikan diri dari kerajaannya dan mempelajari arti sebenarnya dari tanggung jawab dan keberanian.

Baca: Kabar Duka dari Nikita Mirzani, Sosok Pria yang Disayangi Mantan Dipo Latief Itu Meninggal Dunia

Baca: Jadwal Siaran Langsung ICC 2019 Pekan Ini di TVRU: Real Madrid vs Arsenal, Juventus vs Inter Milan

Baca: Pasangan Artis Korea, Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Resmi Bercerai, Ini Penjelasannya

Selama perjalanan itu, berbagai pertemuan dan petuah-petuah dirasakan oleh Simba hingga beranjak dewasa.


Salah satu potongan adegan remake animasi The Lion King produksi Disney.(Disney Enterprises, Inc)

Keunggulannya, film live-action/CGI ini menyuguhkan visualisasi yang menakjubkan. Hamparan pemandangan alam liar dengan teknik fotografi padang rumput, hutan belantara, dan padang pasir terlihat seperti aslinya.

Bisa dikatakan, efek CGI (computer-generated imagery) yang ditampilkan oleh sutradara Jon Favreau yang kaya gambar tersebut begitu nyata.

Belum lagi dengan lagu-lagu seperti "Circle of Life", "Hakuna Matata", "I Just Can't Wait to be King", serta "Can You Feel the Love Tonight" akan membuat penonton bersenandung dan bernostalgia.

Namun, kemegahan CGI dan lagu-lagu nostalgia versi live-action ini kurang mengigit dari segi emosional.

Beberapa adegan mengharukan yang sebelumnya ada dalam film animasi kurang berhasil membawa penonton terhanyut pada level emosi yang klimaks. Malah, terkesan biasa saja.

Terlepasitu, The Lion King yang digarap ulang oleh Walt Disney Pictures ini tetap menghibur. Belum lagi pesan-pesan positif yang patut disimak oleh para anak-anak.

The Lion King sudah mulai tayang di bioskop Tanah Air sejak 17 Juli 2019.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved