BFOCUS ECONOMIC

Ojol Lokal Kembangkan Fitur Baru untuk Bertahan

Mengembangkan fitur baru menjadi strategi untuk bertahan dalam ketatnya persaingan bisnis transportasi online.

Ojol Lokal Kembangkan Fitur Baru untuk Bertahan
istimewa M Nicko Farizki untuk BPost
Jajaran pengemudi Amang Ojek. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengembangkan fitur baru menjadi strategi untuk bertahan dalam ketatnya persaingan bisnis transportasi online. Seperti dilakukan Amang Ojeck yang mulai mengembangkan fitur terbaru di aplikasi yakni Amang Travel.

Dijelaskan Founder Amang Ojek M Nicko Farizki, fitur teranyar itu diklaim menjadi satu-satunya saat ini dan dimiliki Amang Ojek. "Fitur travel ini dapat digunakan masyarakat misalnya bepergian menuju Bandara, ataupun kabupaten/kota di Kalsel yang sudah bisa diakses melalui aplikasi," jelas Nicko.

Dia berharap fitur Amang Travel dapat mendongkrak minat dari masyarakat, fitur ini juga bakal menjadi pembeda dari transportasi online lainnya yang sudah ada. Memanfaatkan akses sejumlah kabupaten/kota yang sudah bermitra dengan Amang Ojek, fitur Amang Travel akan rilis pada Oktober 2019 nanti.

Seiring bertambahnya transportasi online nasional di Banjarmasin, Amang Ojek yang dirintis pada 2016 lalu saat ini hampir tidak mendapatkan orderan dari pengguna.

Menyiasati hal itu, Nicko melakukan ekspansi ke beberapa kabupaten/kota di Kalsel, yakni Balangan, Tanahbumbu, dan Kotabaru. Selain itu, juga merambah di wilayah Kalteng, yakni Sampit, Pangkalanbun, Puruk Cahu, dan Muarateweh.

"Antusiasme masyarakat di kabupaten-kabupaten cukup besar, karena memang belum ada transportasi online di sana. Sehingga kami bisa merebut pasar transportasi online," kata dia.

Kendati begitu, dia merasa Amang Ojek masih belum maksimal karena belum tersebar seluruhnya di wilayah Kalsel maupun Kalteng.

Karena itu pihaknya membuka kesempatan bagi para pengusaha di daerah untuk bergabung menjadi mitra atau agen pengelola transportasi online di daerahnya. "Bisa pakai aplikasi Amang Ojek, profitnya langsung diberikan kepada agen pengelola dan driver. Untuk layanan sendiri ada Ojek, Amang Taksi, Amang Antar, dan Amang Food," urainya.

Selain itu, layanan lainnya ada Amang Angkut, Berkah Payment, dan Virtual Assistent. Namun saat ini lebih fokus pada layanan cari penumpang, ngantar makan, dan ngantar barang.

Di Banjarmasin, saat ini masih ada 20 driver Amang Ojek yang masih beroperasi. Jika dulu profit dari aplikasi diberikan pada aplikator sebesar 20 persen, maka kini Amang Ojek sudah menggratiskan biaya operasional bagi driver, seluruh keuntungan 100 persen masuk kantong driver.

Terkait hadirnya Maxim di Banjarmasin, dikatakan Nicko, perizinannya perlu ditinjau ulang sebab harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan peraturan Kemenhub yang membatasi tarif batas atas Zona Kalimantan Rp 7.000.

Baca beritanya di Banjarmasin Post edisi Selasa (23/7/2019). (*)

Editor: Anjar Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved