Berita Banjar

Puluhan Tahun Tak Tersentuh Rehab, Begini Kondisi Jembatan Pasarlama Banjar

Fasilitas infrastruktur di Desa Pasarlama, Kecamatan Karangintan berupa jembatan kayu mengkhawatirkan

Puluhan Tahun Tak Tersentuh Rehab, Begini Kondisi Jembatan Pasarlama Banjar
AHMAD RIJALI NASUTION UNTUK BPOST GROUP
GOYANG - Seorang warga melintasi jembatan vital di Desa Pasarlama, Selasa (22/07/2019) siang. Konstruksi jembatan ini mulai goyang sehingga kerap bikin waswas pengendara yang melintas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Keterbatasan infrastruktur hingga kini terus mendera sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Di antaranya di Desa Pasarlama, Kecamatan Karangintan.

Setidaknya terdapat satu unit jembatan yang konstruksinya kian goyah. Apalagi cuma berupa jembatan kayu (ulin) yang telah berusia puluhan tahun.

Warga desa setempat bahkan telah beberapa kali berswadaya dan bergotong-rotong memperbaiki jembatan berdimensi panjang sepuluh meter dan lebar empat meter tersebut.

"Kondisinya mulai goyang, terasa kalau pas dilewati alalagi kalau pas barengan dengan mobil besar. Kalau pas barengan gitu rasanya waswas juga," ucap Rahmadi, Selasa (22/07/2019).

Baca: Jangan Khawatir Dapatkan Penginapan, Pantai Gedambaan Sudah Lama Tersedia Cottage, Tambah 4 Unit

Baca: Sepakat Pindah, Pedagang Buah Pasar Pelaihari Diberi Batas Waktu hingga 13 Juli

Baca: Irigasi Riam Kanan Kabupaten Banjar Kering Jebol, Sejumlah Lahan Perkebunan Warga Alami Kekeringan

Baca: Bupati TanahBumbu Resmikan Rumah Tahfizh Leadership Arutmin Indonesia Tambang Batulicin

Warga Martapura ini mengaku kerap melintasi jembatan tersebut karena punya kebun di Desa Biih. Sekadar diketahui, Desa Pasarlama menjadi perlintasan sejumlah desa di sekitarnya.

Sebagai pengguna jalan yang sering melintasi jembatan tersebut, Rahmadi berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas umum itu. Apalagi jembatan itu merupakan penghubung ke beberapa desa.

"Memang jembatan kayu di desa kami itu sangat vital keberadaanya, penghubung sekitar tujuh desa. Di antaranya Balau, Biih, Sungaibesar, Malimali, dan Loktangga," sebut Ahmad Rizali Nasution yang baru saja purnatugas sebagai kades Pasarlama.

Ia menuturkan usia jembatan tersebut cukup tua. Sejak semasa kecilnya, jembatan itu telah ada dan bum pernah diperbaiki secara permanen oleh pemerintah. Karena itu, kekuatan konstruksinya kian melemah.

Pihaknya telah beberapa kali memperbaiki secara swadaya untuk mempertahankan kekuatan jembatan. Lantaran dana terbatas, perbaikan yang dilakukan antara lain cuma memajang batang kelapa (dua lajur jalur ban) untuk penguat lantai.

Ia mengatakan sejak 2016 lalu dirinya intens mengajukan usulan rehab total jembatan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar. Setahun bahkan kadang hingga dua kali usulan diajukan.

Baca: Terlihat Tonton Lagi Persija, Manohara Bantah Kedekatan dengan Simic

Baca: Sampaikan Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2019 Perubahan, ini Penjelasan Wabup HSS

Baca: Sejumlah Pria Menggunakan Penutup Wajah Serang Massa Pengunjuk Rasa di Hong Kong, 45 Orang Terluka

"Tahun 2018 lalu kembali mengajukan usulan. Alhamdulillah tahun ini (2019) saya dengar kabar, sudah teranggarkan. Bahkan sejak kemarin sudah ada tukang yang datang mengecek. Mudah-mudahan segera dimulai pengerjaannya," harap Rijali.

Sesuai usulannya, jembatan di desanya itu oleh Dinas PUPR Banjar juga bakal direhab total. "Lumayan besar memang biaya yang dibutuhkan. Itung-itungan usulan kami kemarin itu tak kurang perlu biaya sebesar Rp 1,5 miliar," sebutnya.(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved