Advertorial Kemenag Kalteng

Salamah JCH Tertua di Keloter 8 Kalteng, Semua Dinyatakan Layak terbang, Sudah Mendarat di Jeddah

Warga Selat Kapuas itu, berharap bisa mengikuti proses haji dengan lancar serta sehat wal afiat, dan membawa pulang geoar hajah mabrur.

Salamah JCH Tertua di Keloter 8 Kalteng, Semua Dinyatakan Layak terbang, Sudah Mendarat di Jeddah
HO/Humas Kemenag Kalteng
Salamah Jjmaah haji tertua di keloter 8 Kapuas Kalteng, semua dinyatakan layak terbang dan sudah tiba di Jeddah dengan selamat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hj Salamah (85) menjadi Jemaah Calon Haji (JCH) Tertua di keloter 8 asal Kapuas Kalimantan Tengah.

Dia sempat dibantu petugas ketika mau berjalan. Namun dia mengaku sehat dan ada dibantu oleh keluarganya yang juga pendampingnya.

Warga Selat Kapuas itu, berharap  bisa mengikuti proses haji dengan lancar serta sehat wal afiat, dan membawa pulang geoar hajah mabrur.

Selain tertua yang termuda ada M Hilma (26) dari warga Sari Pulau, Kapuas, Kalteng.

Ya, Salamah menjadi satu di antara ratusan jemaah haji Kalteng yang masuk dalam kategori resiko tinggi.

Suasana pemberangkatan jemaah haji keloter 8 Kalteng ke Tanah Suci
Suasana pemberangkatan jemaah haji keloter 8 Kalteng ke Tanah Suci (HO/Humas Kemenag Kalteng)

Penurut Petugas Pendamping Haji, Asyihadi, bersyukur tidak ada di rombongan keloter 8 yang tertunda pemberangkatan. Sempat dua jamaah yang sempat dirujuk ke RSUD Ulin semuanya dinyatakan sehat dan laik terbang.

Menurut bagian Kabag humas Kemenag Kalteng, Rahmat Fauzi untuk keloter 8 JCH Asal Kalteng ini sudah sampai di Jeddah jam 12.00 WAS, dengan kondisi jamaah utuh sehat. Tadi malam  jam 21.00 was/Bakda isyak  sudah Thowaf wajib.

Diketahui untuk keloter delapan JCH Kalteng tersebut sebanyak 320 orang dengan rincian laki laki 146 dan perempuan sebanyak 174.

Patugas Siskohat dan PPIHD Kalteng, Marzuki, total ada sebanyak 1946 dibagi enam kloter untuk CJH asal Kalteng. "Total itu termasuk petugas kloter yang menyertai jemaah terdiri dari TPHI (Ketua kloter), TPIHI (pembimbing ibadah), TKHI (dokter dan paramedis/perawat)," kata dia.

Diketahui pula, dalam pemberangkatan JCH asal Kalteng, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran menambahi uang saku bagi jamaah haji Kalimantan Tengah. Masing-masing jamaah mendapatkan tambahan sebesar Rp.1 juta.

Suasana pemberangkatan keloter 8 JCH Asal Kalteng.
Suasana pemberangkatan keloter 8 JCH Asal Kalteng. (HO/Humas Kemenag Kalteng)

Jamaah calon haji kelompok terbang 8 asal Kabupaten Kapuas menjadi jamaah pertama yang menerima tambahan uang saku itu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, perdana Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kalteng, di kelompok terbang 8 embarkasi Banjarmasin dilepas oleh Plh. Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Sapto Nugroho, Minggu (21/7/2019) dinihari  yang lalu.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sapto Nugroho mengatakan, ibadah haji harus membawa perubahan religiusitas umat muslim yang menunaikannya. Oleh karena itu, Sugianto berharap para jamaah akan menjadi sosok umat Islam yang semakin berkualitas iman dan takwanya. (AOL/*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved