Berita Tapin

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin Selidiki Perusak Pohon Penghijauan di Lokpaikat Tapin

Penyidik bidang Peraturan Daerah pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang merusak sebatang pohon

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin Selidiki Perusak Pohon Penghijauan di Lokpaikat Tapin
Satpol PP Kabupaten Tapin
Personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin menyelidiki pelaku yang merusak pohon penghijauan di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Sabtu (19/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penyidik bidang Peraturan Daerah pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang merusak sebatang pohon penghijauan di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Langkah itu dikatakan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, H Mahyudin agar oknum masyarakat tidak bebas merusak pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin dan merupakan aset daerah.

"Anggota sedang melakukan penyelidikan di lapangan terkait pelaku yang merusak pohon penghijauan di Kecamatan Lokpaikat," katanya seusai mengikuti apel disiplin aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin, Senin (22/7/2019).

Menurut Mahyudin, pihaknya sudah memproses satu pelaku yang merusak pohon penghijauan milik Pemerintah Kabupaten Tapin belain lama ini di Desa Serawi, Kecamatan Tapin Tengah.

Baca: Kode Baru Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Posting Ini di Instagram Jelang Agustus

Baca: Forum Driver Online Kalsel Tak Puas Jawaban Manajemen Aplikasi Gojek dan Grab Terkait Ini

Baca: Kesal Disebut Tante oleh Fairuz Disebut Alasan Barbie Kumalasari Dalang Vlog Galih, Farhat Ungkap

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, H Zain Arifin menyayangkan ulah oknum masyarakat yang merusak pohon penghijauan milik Pemerintah Kabupaten Tapin.

Menurutnya, sosialiasi sudah dilakukan pihaknya tentang pentingnya pohon penghijauan sekaligus pohon peneduh. Itu karena satu batang pohon itu setara dengan 10 alat pendingin ruangan.

Tentunya, jika masyarakat keberatan dengan keberadaan pohon penghijauan yang ditanam Pemerintah Kabupaten Tapin, sebaiknya mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin untuk dibicarakan dan tidak perlu dengan merusak dan mematikan tumbuh subur pohon tersebut.

"Proses pelaku yang merusak pohon penghijauan milik Pemerintah Kabupaten Tapin itu sudah kewenangan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin," katanya.

Sebagai efek jera dan mengetahui motifnya merusak pohon penghijauan itu, Zain Arifin sangat setuju diproses sesuai peraturan daerah Kabupaten Tapin.

Rusaknya pohon penghijauan di Kecamatan Lokpaikat itu diketahui Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Sabtu (19/7/2019) sekitar pukul 22.00 Wita.

Kemudian berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, pohon yang dirusak itu direhabilitasi petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Senin (22/7/2019) dengan cara dibalut untuk mengobati luka dari kulit pohon yang dirusak.(banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved