Berita Regional

Sudah 7 Hari 4 ABK Tugboat di Kalimantan Barat Belum Ditemukan, Tapi Basarnas Hentikan Pencarian

Memasuki hari ketujuh, proses pencarian empat anak buah kapal (ABK) tugboat Mega 09 yang tenggelam di Perairan Pesaguan, Kabupaten Ketapang

Sudah 7 Hari 4 ABK Tugboat di Kalimantan Barat Belum Ditemukan, Tapi Basarnas Hentikan Pencarian
banjarmasinpost.co.id/rizali rahman
Ilustrasi grafis kapal terbalik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KETAPANG - Memasuki hari ketujuh, proses pencarian empat anak buah kapal (ABK) tugboat Mega 09 yang tenggelam di Perairan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) Pontianak Hery Marantika mengatakan, tim pencarian gabungan telah sepakat proses pencarian diakhiri.

"Proses pencarian sudah memasuki batas maksimal prosedur yang berlaku, tim gabungan melakukan mediasi dan mufakat untuk menghentikan pencarian hingga terdapat tanda keberadaan keempat ABK tersebut," kata Hery, Minggu (21/7/2019) petang.

Hery menjelaskan, selama 7 hari terakhir, proses pencarian terus dilakukan. Hari terakhir, pantauan tim gabungan menyasar tiga sektor.

Baca: Kabar Duka dari Nikita Mirzani, Sosok Pria yang Disayangi Mantan Dipo Latief Itu Meninggal Dunia

Baca: Tak Hanya Selatan Jawa, Gempa dan Tsunami Juga Berpotensi Terjadi di Daerah Ini, Ini Kata Ahli

Baca: Menghidupkan The Lion King Setelah 25 Tahun Tidur, Kisah Petualangan Simba Mencari Jati Diri

Masing-masing sektor pencarian dilakukan dengan melakukan penyisiran permukaan hingga radius 168 NM².

Ketiga sektor itu melibatkan rigid inflatable boat (RIB) Pos SAR Ketapang, satu tugboat Mitra Jaya 18, dan 11 buah kapal nelayan.

"Akan tetapi, hingga Minggu petang belum menemukan petunjuk keberadaan keempat ABK tersebut," ujarnya.

Diberitakan, sebuah kapal tugboat dilaporkan tenggelam di perairan Pesaguan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (15/7/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.

Kapal tugboat yang diketahui bernama Mega 09 dengan muatan 9 orang anak buah kapal (ABK) itu tenggelam akibat dihantam gelombang.

Awal mula kejadian saat Basarnas menerima laporan dari Akhiang, pemilik kapal tugboat, pukul 10.45 WIB. Laporan itu menyebut, kapal mulai putus komunikasi sejak dini hari.

Saat itu juga, tim Basarnas diberangkatkan untuk pencarian dengan bekerja sama dengan pihak terkait di antaranya Polair, TNI AL, dan KSOP Batu Ampar.

Dalam pencarian pertama, sebanyak 5 orang korban telah berhasil diselamatkan dan kini tengah dibawa ke Rumah Sakit Agoes Djam Ketapang.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved