PT Adaro Indonesia

Beralih Menggunakan Teknologi

Sebulan berjalan, bibit yang mampu bertahan terus berjatuhan. Sepanjang masa pembesaran (7,5 bulan), total 700 bibit harus berakhir riwayatnya.

Beralih Menggunakan Teknologi
adaro indonesia
pembesaran ikan menggunakan teknologi bioflock 

 - Ini adalah permulaan.

Sulit, karena tak terbiasa.

Dalam sepekan, dari 2000 bibit ikan Nila yang ditebar, 300 diantaranya mengalami kematian.

Sebulan berjalan, bibit yang mampu bertahan terus berjatuhan.

Sepanjang masa pembesaran (7,5 bulan), total 700 bibit harus berakhir riwayatnya.

"Bukan karena airnya. Kalau penjelasan pendamping, sedari awal anakan Nila yang ditabur memang tidak bagus," ujar Abran, warga Dahai, Balangan, pengelola kelompok Putra Dahai, pembesaran ikan menggunakan teknologi bioflock, Senin (22/7/2019).

Jika membandingkan dengan pembesaran sistem keramba apung di Sungai Dahai, dari segi waktu, Abran menjelaskan, memang lebih singkat.
Dalam satu kali masa pembesaran, hanya diperlukan sekitar 3 bulan, dengan perbandingan ukuran 5:1, atau 5 ekor ikan perkilogramnya.

Pembesaran sistem keramba, juga punya sejumlah kelemahan.

Menurut Abran yang telah melakoni pembesaran ikan di sungai tak jauh dari rumahnya itu, selama hampir 5 tahun, penggunaan sistem keramba rentan kematian massal ikan karena penyakit.

"Pernah satu kali, sehari jelang panen, ikan mati mendadak. Padahal debit air sungai tidak berubah. Ternyata serangan penyakit. Puluhan petani keramba, serentak mengalami kerugian," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved