Berita HSU

BPOM HSU Kirim SPDP ke Kejaksaan, Terkait Proses Hukum Temuan Obat Tradisional tak Miliki Izin Edar

Proses hukum terhadap temuan obat tradisional yang diduga tidak memiliki izin edar hingga kini terus bergulir.

BPOM HSU Kirim SPDP ke Kejaksaan, Terkait Proses Hukum Temuan Obat Tradisional tak Miliki Izin Edar
banjarmasinpost.co.id/dony usman
petugas mengamankan obat tradisional tak miliki izin edar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Proses hukum terhadap temuan obat tradisional yang diduga tidak memiliki izin edar hingga kini terus bergulir.

Dimana saat ini surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) telah dikirimkan BPOM ke Kejari Hulu Sungai Utara (HSU).

Kepala Kantor BPOM Kabupaten HSU, Bambang Hery Purwanto, dikonfirmasi, Selasa (23/7/2019) membenarkan, proses hukum terus berlanjut.

"Untuk obat tradisional yang tidak memiliki izin edar kita lanjutkan ke pro justicia," katanya.

Untuk melanjutkan proses hukum ini, imbuh Bambang, pihaknya telah mengirimkan SPDP ke Kejari HSU, Senin (22/7/2019).

Dari temuan yang ada terhadap pelaku ST (50) disangkakan telah melakukan tindak pidana dalam perkara mengedarkan obat tradisional yang tidak memiliki izin edar.

Baca: Jelang Penayangan Stuber, Berikut Film-Film Iko Uwais Lainnya yang Menarik Ditonton

Baca: Sampai Dipandang Sesat, Kisah Ahok Alis BTP Ceraikan Veronica Tan dan Nikahi Puput Nastiti Devi

Baca: Sosok Pelawak Srimulat yang Kenalkan Nunung pada Narkoba Dibongkar, Istri Iyan Sambiran Ungkap Ini

Baca: Julukan Vicky Prasetyo dari Angel Lelga Setelah Kabar Mantan Zaskia Gotik Jadi Tersangka

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 jo Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa obat tradisional tidak memiliki izin edar yang disita senilai Rp. 275.794.000 dengan jumlah sebanyak 26 jenis merek terdiri dari 86.177 sachet.

Semua obat tradisional yang kebanyakan untuk penambah stamina pria ini disita dari ST (50), warga Amuntai, HSU, yang sehari-harinya memang menjual obat-obatan tersebut ke pasar-pasar.

ST sendiri sudah berjualan obat tradisional sejak tahun 2016 dan mengaku kurang mengetahui soal legal atau ilegalnya obat yang dijual.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved