Berita Kalteng

Bupati Buka Akses Jalan Lewat Cempaga, Warga Seranau Dambakan ini

Warga yang bermukim di Sejumlah Desa di Kecamatan Seranau, Kecamatan Pulau Hanaut, mendambakan dibangunnya Jembatan Penyeberangan yang menghubungkan

Bupati Buka Akses Jalan Lewat Cempaga, Warga Seranau Dambakan ini
tribunkalteng.co/fathurahman
Warga Kelurahan Mentaya Seberang Sampit untuk menyeberang masih menggunakan kapal feri penyeberangan dan transportasi kelotok, karena belum ada jembatan penyeberangan diatas Sungai Mentaya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Warga yang bermukim di Sejumlah Desa di Kecamatan Seranau, Kecamatan Pulau Hanaut, mendambakan dibangunnya Jembatan Penyeberangan yang menghubungkan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Kecamatan Seranau, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Jembatan yang dibangun di atas Sungai Mentaya yang jauhnya mencapai 600 meter lebih tersebut diharapkan kedepannya akan mempercepat pembangunan kawasan permukiman di seberang, yang selama ini masih terisolasi akibat belum tembus jalan darat.

Udin, warga Mentaya Seberang Kecamatan Seranau, Sampit, Selasa (23/7/2019) mengatakan, sejak lama mereka mendambakan dibangunnya jembatan penyeberangan tersebut, karena selama ini untuk menuju kota terpaksa pakai jasa kapal feri penyeberangan atau kelotok.

Baca: Diselingkuhi, Pengorbanan Gading Marten untuk Kekasih Diungkap Raffi Ahmad, Astrid Tiar Akui Ini

Baca: Kehidupan Enji Kini Seusai Cerai dari Ayu Ting Ting, Bandingkan dengan Teman Ivan Gunawan Itu

Baca: Bayaran Barbie Kumalasari Tampil di TV Bahas Kasus Galih vs Fairuz Rafiq Dibocorkan Billy Syahputra

Baca: Tampilan Puput Nastiti Devi Curi Perhatian Saat Dampingi Ahok BTP, Ini Ekspresi Eks Veronica Tan

"Kami sangat mendambakan Jembatan Penyeberangan di atas Sungai Mentaya, agar akses menuju Kecamatan Kota Sampit bisa mudah karena jalur darat tembus, selama ini kami hanya diberikan janji tapi realisasinya tidak ada," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi, mengakui, dia menghendaki pembangunan jembatan tersebut, bahkan sudah dikalkulasikan perkiraan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1 triliun, karena bentang jembatan mencapai 600 meter.

Namun pembangunan jembatan memerlukan dana patungan, Kotim memerlukan sokongan dana dari Provinsi dan APBN atau dana dari pusat.

"Namun saat ini rencana pembangunan jembatan tersebut, sudah diambil alih Provinsi,"ujarnya.

Meski begitu, sebut dia, pihaknya sudah membangun jembatan penghubung lewat Kecamatan Cempaga yang kedepannya diperkirakan akan tembus ke Mentaya Seberang, bahkan hingga ke Kecamatan Pulau Hanaut yang dikenal banyak buaya muara Sungai Mentaya.

"Saat ini jalan lewat Kecamatan Cempaga mulai dipakai, namun belum tembus ke semua kecamatan lain yang ada di seberang Sungai Mentaya," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved