Liga 1 2019
Pelatih Barito Putera Yunan Puji Penampilan Ady Setiawan Saat Hadapi Persela Lamongan
Lucas Silva yang biasa beroperasi di lini tengah ditarik ke belakang sementara posisi Lucas di tengah digantikan pemain Ady Setiawan.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Krisis pemain belakang saat melawan Persela Lamongan setelah Donny Monim dan Artur Vierra mendapat akumulasi kartu kuning mampu ditutupi pelatih Barito Putera, Yunan Helmi dengan baik.
Lucas Silva yang biasa beroperasi di lini tengah ditarik ke belakang sementara posisi Lucas di tengah digantikan pemain yang biasa duduk di bangku cadangan, Ady Setiawan.
Yunan lebih memilih eks pemain Martapura FC ini ketimbang pemain sarat pengalaman yang baru saja sembuh dari cedera Bayu Pradana.
Ternyata pilihan Yunan tepat, Ady dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai gelandang pengangkut air. Ady Bermain stabil dan menjaga kedalaman ruang bagi tim Laskar Antasari.
Baca: Hanya Raih Satu Poin di kandang, Pelatih Barito Putera Yunan Akui Kecewa
Beberapa kali intersep bersih yang dilakukan juga berhasil mematahkan serangan Persela yang dibangun dari lini tengah.
Yunan pun memuji penampilan apik Ady Setiawan. Berduet dengan Evan Dimas, Ady mampu sebagai penyeimbang antara menyerang dan bertahan.
“Ady mainnya bagus ya sebagai pemain tengah dia bisa sebagai penyeimbang bahkan ketika bertahan juga sangat bagus," puji Yunan.
Di tengah Ady tidak hanya fokus pada bertahan dia juga ikut membantu penyerangan sementara rekannya Evan Dimas memilih untuk bertahan.
Masuknya Ferdiansyah menggantikan Paolo Sitanggang juga menambah kreasi permainan Ady sebagai gelandang.
Baca: Klasemen Liga 1 Pekan 10 Usai Hasil Bali United vs PSS Sleman 3-1 dan Barito Putera vs Persela 0-0
Namun meski tim lawan sudah bemain dengan 10 pemain sejak menit 36 Barito Putera belum mampu menjebol gawang lawan.
"Tim lawan memainkan Compact defense sehingga pemain kesulitan menembus," ujar eks asisten pelatih timnas U-23 ini.
Tidak heran ujar Yunan, lini depan dan tengah sangat kesulitan membongkar pertahanan lawan karena rapat pertahanan lawan. Selain itu anak asuhnya juga selalu bermain terburu buru.
"Anak anak tidak bisa menemukan momen yang tepat ketika melakukan penetrasi, aliran bola cepat dan display juga kurang maksimal," ujar Yunan. (banjarmasinpost/Khairil rahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gelandang-energik-barito-putera-ady-setiawan.jpg)