Berita Regional

Pesawat Latih Cessna Jatuh ke Sungai di Cimanuk Jawa Barat, Satu Pilot Hilang Terbawa Arus

Sebuah pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 dengan Call Sign/ Registrasi: PK-WGU terjatuh di Sungai Rambatan Cimanuk Jawa Barat.

Pesawat Latih Cessna Jatuh ke Sungai di Cimanuk Jawa Barat, Satu Pilot Hilang Terbawa Arus
Dokumentasi Tribun Kaltim
esawat berbadan kecil Cessna Grand Caravan milik Susi Air di bandara saat akan lepas landas dari Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, menuju Long Ampung (Malinau). Foto diambil 12 Desember 2014. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, INDRAMAYU - Sebuah pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 dengan Call Sign/ Registrasi: PK-WGU terjatuh di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamaran Tarung Blok Kijang Satu Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/7) sekitar pukul 14.50 WIB.

Penumpang pesawat berjumlah dua orang. Arthur Arfa (25) dan Muhammad Salman Al Farizi merupakan siswa Angkasa Aviation Academy (AAA) Pilot School Cirebon.

“Arthur Arfa (25) warga Kabupaten Pasuruan saat ini dirawat di RSUD Indramayu dan rekannya Salman masih dalam pencarian,” kata Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris.

Saksi mata, Carinih, mengaku saat itu dia berada di sawah. Kemudian mendengar suara keras yang berasal dari pesawat. Pesawat oleng lalu menabrak kabel listrik dan terjun ke sungai.

Baca: Pemerintan dan Maskapai Penerbangan Upayakan Tiket Pesawat LCC Bakal Murah Setiap Hari

Saksi mata lainnya, Warsani Milat, melihat ada dua orang keluar dari pesawat. Satu orang dapat diselamatkan. Namun, satu korban lainnya yakni Salman terbawa arus Sungai Cimanuk.

Saat ini polisi bersama warga, dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Indramayu, dan tim SAR dari Polairud Polda Jabar melakukan pencarian.

Berdasarkan informasi yang diterima Tribuncirebon.com, pesawat melakukan rute penerbangan lokal dari Bandara Cakrabuwana Cirebon pada pukul 13.45 WIB dan diperkirakan tiba pukul 15.15 WIB.

AAA adalah sekolah pendidikan dan pelatihan penerbang yang merupakan anak usaha Lion Air group. Head of Training AAA Capt. Bulkan menyatakan pesawat dioperasikan AAA sejak 2013.

Pesawat digunakan latihan oleh Arthur Arfa yang merupakan pilot in command (PIC) dengan 115 jam terbang dan Salman Alfarisi (SA) sebagai Safety Pilot Stage Training Mutual yang memiliki 105 jam terbang.

Baca: Pas Subuh, Hotman Paris Mendadak Bagikan Ceramah Ustadz Abdul Somad, Ada Pengakuan Tak Terduga

“AA dalam kondisi selamat dan sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Satu siswa atas nama Salman AA masih dalam proses pencarian (evakuasi),” jelasnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemantauan terhadap insiden kecelakaan pesawat latih tersebut. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengatakan pihaknya sedang melakukan koordinasi terkait insiden. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga segera melakukan investigasi. (Tribun Network/man/ria/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved