Berita Regional

Polres Tangsel Bekuk Komplotan 'Tuyul' Ojek Online, Sehari Bisa Raup Rp 3 Juta

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil meringkus otak aplikasi "tuyul ojek online.

Polres Tangsel Bekuk Komplotan 'Tuyul' Ojek Online, Sehari Bisa Raup Rp 3 Juta
Jaisy Rahman Tohir / Tribun Jakarta
Pelaku aplikasi tuyul ojek online diringkus di Tangerang Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Polres Tangerang Selatan (Tangsel)  berhasil meringkus komplotan aplikasi "tuyul ojek online yang beraksi di Tanggerang Selatan.

Buat kamu yang belum tahu, aplikasi 'tuyul' ini maksudnya aplikasi GPS palsu yang biasanya diterapkan oleh oknum ojek online.

Jadinya enggak perlu capek-capek 'narik', pengguna aplikasi 'tuyul' ini biasanya melakukan order fiktif yang jelas merugikan perusahaan ojek online.

Gimana enggak, dari orderan fiktif saja para pelaku bisa meraup hingga Rp 3 jutaan per harinya.

Komplotan itu terdiri dari delapan orang atas nama: Bima Alan Buana Saputra (24), Achmad Arif Febi Ruchyadi (28), Dian Azhari (31), Felix Prastatama Yudian Bangsa (21), Irpan (25), Nadi Asmad (41), Siti Hodijah (35) dan Taupik Kurniawan (47).

Baca: Surya Paloh Kumpulkan Parpol Pendukung Jokowi, Bahas Perlu Tidaknya Penambahan Koalisi Partai

Baca: Lolos Uji Kompetensi Calon Pimpinan KPK, 104 Pendaftar Ini Selanjutnya Ikuti Tes Psikologi

Baca: Demi Keselamatan Raffi Ahmad Simpan Kepala Kambing di Rumah yang Ditinggali Nagita-Rafathar

Baca: Sempat Elus Perut Ciri Syahrini Hamil Saat Lihat Putri Aisyahrani Keponakan Istri Reino Barack

Mereka masing-masing memiliki peran yang berbeda dari mulai mempersiapkan peralatan, membuat akun ojek online, mengoperasikan pesanan dan GPS palsu.

Dalam aksinya, komplotan itu menggunakan 28 ponsel pintar, satu laptop, enam kartu ATM BCA dan satu kartu debit bank CIMB Niaga.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, menjelaskan, komplotan itu memiliki banyak akun Gojek, lalu beberapa dari mereka mengoperasikan akun itu untuk memesan ojek online dengan titik jemput dan sampai yang berbeda.

Sedangkan beberapa lainnya mengoperasikan akun ojek online yang disambungkan dengan GPS palsu untuk seolah-olah menjadi driver yang menjemput pesanan tersebut.

Mereka semua itu mengoperasikannya di warung kopi tanpa panas-panasan turun ke jalan seperti halnya driver ojek online pada umumnya.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved