Berita Tapin

Sengaja Kupas Kulit Trembesi, Warga Tapin Ini Diwajibkan Rawat Pohon yang Dirusak

RAM, memenuhi panggilan penyidik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Senin (23/7/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Sengaja Kupas Kulit Trembesi, Warga Tapin Ini Diwajibkan Rawat Pohon yang Dirusak
Dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin untuk BPost
Personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin menyelidiki pelaku yang merusak pohon penghijauan di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Senin (22/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - RAM, memenuhi panggilan penyidik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Senin (23/7/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Lelaki kelahiran Tanah Grogol, 4 Maret 1994 lalu itu, mengaku tidak mengetahui pohon penghijauan itu milik Pemerintah Kabupaten Tapin. Ia pun bersedia menandatangani surat pernyataan diatas kertas bermaterai Rp 6000.

Ada enam poin, diantaranya mengakui telah merusak kulit kayu pohon penghijauan trambesi di Jalan A Yani, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin.

Dia berjanji tidak melakukan perbuatan itu untuk kali kedua dan bersedia merawat pohon trambesi yang dirusaknya dan mengganti bila pohon itu mati.

Baca: Satlantas Polresta Banjarmasin Gelar Razia, 22 Pengemudi Ditilang

Baca: Warga Desa Awang Landas HST Minta Jaringan Listrik, Begini Jawaban PLN

Baca: NEWSVIDEO : SMP PGRI 3 Banjarmasin Hanya Dapat Tiga Siswa Baru, Kepala Sekolah : Ini Penyebabnya

Baca: Bakal Bebas Pablo Benua dan Rey Utami dari Kasus Galih dan Fairuz? Hasil Terawangan Denny Darko

Penyidik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Yus Sudarmanto mengatakan poin keenam, pelaku menjaga pohon yang dirusaknya itu agar tidak mati.

Kemudian, bersedia memberitahukan warga di Desa Lokpaikat, agar tidak melakukan merusak atau menebang pohon penghijauan seperti yang dilakukannya bila tidak ingin berurusan dengan peraturan daerah.

Menurut Yus Sudarmanto, ada ketentuan dan caranya bagi masyarakat yang keberatan dengan keberadaan pohon penghijauan di depan rumah tinggalnya.

"Tidak boleh merusak kulit kayu atau istilah di Tapin, mewaling agar pohon itu mati. Pelaku sekali lagi kedapatan langsung diproses di Pengadilan Negeri Rantau.

Motif pelaku ingin pohon itu mati karena daunnya mengotori halaman tokonya dan pengakuannya kepalanya pernah dijatuhi ranting pohon trambesi," katanya.

Baca: Standby di Syamsudin Noor, Dua Heli Water Boombing Siap Padamkan Karhutla di Kalsel

Baca: Terjaring Razia Gabungan, 18 Pengendara di HSU Langsung Jalani Sidang di Tempat

Baca: NEWSVIDEO : Mendarat di Syamsudin Noor, Xpressair Rute Yogyakarta-Banjarmasin Mulai Beroperasi

Kepala Seksi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Supriadi tidak percaya dengan keterangan pelaku tidak pernah mengetahui kalau pohon yang dirusak itu milil Pemerintah Kabupaten Tapin.

"Kami sebelumnya sudah mendapat informasi kalau pihak Kantor Kecamatan Lokpaikat sudah melakukan sosialiasi tentang pohon penghijauan dan kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, bahwa pohon yang dirusak itu merupakan aset dan ditanam serta dipelihara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved