B Focus Economic

Terdampak Perang Harga Antar Ojol Luar, Begini Nasib Ojol Lokal

Kulir Jasabanjar misalnya, untuk sementara harus berhenti beroperasi karena keterbatasan driver yang dimiliki.

Terdampak Perang Harga Antar Ojol Luar, Begini Nasib Ojol Lokal
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Selasa (23/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lantas bagaimana dengan transportasi online lokal yang ada di Banjarmasin.

Sejak 2016, banyak bermunculan transportasi berbasis digital milik pengusaha banua, namun seiring berjalannya waktu tidak sedikit yang jalan di tempat atau berhenti beroperasi.

Kulir Jasabanjar misalnya, untuk sementara harus berhenti beroperasi karena keterbatasan driver yang dimiliki.

CEO & Founder Kulir Jasabanjar Ramdi Murdana mengungkapkan saat ini pihaknya kurang mampu memenuhi permintaan pasar terkait ketersediaan driver dan juga harga yang kompetitif.

Baca: Ucapan Inspirasi Donna Agnesia di Hari Anak Nasional Untuk Putra Putri Indonesia

Baca: Masyarakat Banua Semakin Diberikan Banyak Pilihan, Setelah Gojek dan Grab, Kini Hadir Maxim

Baca: Kemarahan Tarzan Saat Srimulat Dicap Gembong Narkoba Setelah Nunung Ditangkap Karena Sabu

Baca: Anak Berkelahi, Oknum Polisi Angkat dan Seret Bocah 9 Tahun dari TPA, Guru-guru Histeris

"Kami putuskan untuk break dulu, karena dari segi ongkirnya kami jelas kalah dengan transportasi online nasional seperti Gojek dan Grab, yang mampu menyeimbangkan antara insentif driver dan harga murah yang diberikan kepada user, disinilah kelemahan kami yang kurang mampu bersaing," papar Ramdi.

Ditambahkannya, profit yang dihasilkan dari Kulir Jasabanjar memang bergantung murni pada ongkir dari user sementara transportasi online mendapatkan suntikan dari para investor.

Terkait hadirnya transportasi online baru di Banua, Ramdi pun menilai akan semakin berat bagi transportasi online lokal untuk bertahan, terlebih tarif yang ditawarkan kepada user semakin murah.

"Semakin memberatkan ojek online lokal, karena perang harga yang saat ini pun mereka sudah merusak pasarnya Gojek dan Grab dengan membanting harga hingga Rp 3.000. Meskipun hanya demikian, namun para drivernya mendapatkan subsidi dari perusahaan dan dari poin-poin bonus," kata dia.

Diakuinya, Kulir Jasabanjar kembali akan beroperasi dalam beberapa bulan ke depan sekitar Desember 2019, dengan fitur yang lebih menarik dan harga yang masih bisa bersaing dikisaran Rp 7.000 sesuai peraturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved