B Focus Banua Anam

Berbeda dengan Supir dalam Kota, Begini Nasib Supir Angkutan Luar Kota, Semakin Terpuruk karena ini

Berbeda dengan supir angkutan umum yang sudah memiliki rute sama setiap hari dan memiliki gaji yang tetap setiap bulannya, supir angkutan

Berbeda dengan Supir dalam Kota, Begini Nasib Supir Angkutan Luar Kota, Semakin Terpuruk karena ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (24/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Berbeda dengan supir angkutan umum yang sudah memiliki rute sama setiap hari dan memiliki gaji yang tetap setiap bulannya, supir angkutan umum luar kota sekarang seperti hidup segan mati tak mau.

Seperti yang diungkapkan Aman, warga Tanjung yang sudah bertahun-tahun menjadi supir taksi Tanjung-Banjarmasin.

Aman mengatakan penumpang yang dibawanya sebagian besar adalah warga yang memang memesan.

Jika mengandalkan menemukan penumpang di pinggir jalan sudah sangat sulit.

Setiap supir taksi juga saling burhubungan jika memang penumpang sangat sedikit, biasanya diberikan kepada supir lain karena pasti akan rugi jika tetap memaksakan ke Banjarmasin.

Baca: Kabupaten Tabalong Sediakan 25 Armada Angkutan dalam Kota Gratis, Supir Digaji Bulanan Sebesar ini

Baca: Hasil Tes DNA Anak Fairuz A Rafiq & Galih Ginanjar yang Dituntut Suami Barbie Kumalasari Sudah Ada?

Baca: Perubahan Hidup Ahok BTP Setelah Nikahi Puput Nastiti Devi Pasca Ceraikan Veronica Tan

Baca: Perdebatan Luna Maya dan Ariel NOAH Saat Dipertemukan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

“Saat ini sulit mencari penumpang karena sudah banyak travel dan mobil pribadi, baru berangkat jika ada empat hingga enam penumpang supaya tidak rugi bensin,” ujarnya.

Kesulitan mencari penumpang ditambah adanya rental mobil yang semakin banyak.

Dalam satu hari ada 10 hingga 15 unit taksi dari Tanjung ke Banjarmasin.

Aman menegaskan, kesulitan juga terjadi juga karena sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak jenis premium atau bensin.

Di Kabupaten Tabalong sendiri, Aman mengatakan sangat sulit mendapatkan premium karena juga harus sama-sama antre dengan para pelangsir.

Berbeda dengan di daerah lain yang beberapa SPBU masih mau memberikan kelonggaran dengan adanya jalur sendiri.

“Karena tidak mungkin mengantre terlalu lama saat membawa penumpang, jika memang tidak ada terpaksa mengisi pertalite atau mengisi di eceran yang otomatis harganya lebih mahal,” ujarnya.

Aman berharap, adanya lagi pembenahan ulang dengan sistem taksi luar kota, satu di antaranya adalah dengan tidak memperbolehkan angkutan umum dari luar daerah yang masuk kota.

Lebih mudah mendapatkan bahan bakar serta penataan terminal yang lebih baik.

Menyinggung adanya rencana pemindahan Terminal ke Mabuun tak jauh dari RSUD Badaruddin Kasim Jalan Guru Danau, Aman menambahkan jika tidak dilakukan penertiban kepada taksi yang mangkal di sekitar expo center dikhawatirkan terminal akan kosong.

Namun jika penataannya baik dan seluruh angkutan umum bisa taat aturan dan mangkal di terminal maka tidak akan menjadi masalah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved