Berita Nasional

Diprediksi Depisit Rp 28 Triliun, Sri Mulyani Audit Kinerja BPJS Kesehatan

Diproyeksi mengalami defisit anggaran tahun ini sebesar Rp 28 triliun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bakal memoneter kinerja BPJS

Diprediksi Depisit Rp 28 Triliun, Sri Mulyani Audit Kinerja BPJS Kesehatan
kompas.com
Menkeu Sri Mulyani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Diproyeksi mengalami defisit anggaran tahun ini sebesar Rp 28 triliun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bakal memoneter kinerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tidak ingin hanya sekadar membantu mendorong kinerja BPJK Kesehatan dengan menyuntikkan dana talangan, tetapi di sisi lain harus ada perbaikan sistem agar lembaga tersebut bisa memiliki kinerja yang berkelanjutan. Tidak hanya bergantung pada APBN.

“Karena kita tidak ingin hanya melakukan pembayaran defisit tapi lebih kepada secara fundamental ada perbaikan sistem jaminan kesehatan nasional yang bisa menciptakan suatu sistem sustainable,” kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Pada tahun lalu Kemenkeu telah mencairkan dana Rp 5,6 triliun untuk menutup defisit. Hanya saja realisasi suntikan dana pemerintah pada tahun lalu sebesar Rp 5,2 triliun.

Baca: Traveling dengan Land Rover, Warga Australia Ini Selamat Saat Terguling di Underpass Kentungan

Baca: Pastikan Penerima Manfaat Terlayani, Mensos Agus Gumiwang Cek Panti Disabilitas Mental di Banjarbaru

Baca: Job Syahrini yang Kembali Dikaitkan dengan Luna Maya, Istri Reino Barack Gaet Sosok ini

Baca: Warga Desa Awang Landas HST Minta Jaringan Listrik, Begini Jawaban PLN

Salah satu upaya untuk memperbaiki sistem yaitu melalui data-data audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Data BPKP tersebut menjadi landasan pemerintah memperbaiki kinerja BPJS Kesehatan ke depan.

"Ya kan kita sudah dapat audit BPKP secara total yang menjadi basis kita menangani masalah BPJS Kesehatan itu,” tuturnya.

Petugas  di BPJS Kesehatan memberikan pelayanan
Petugas di BPJS Kesehatan memberikan pelayanan (BPJS Kesehatan untuk Banjarmasin Post)

Sri Mulyani menambahkan, selain melihat dari pencapaian kinerja BPJS Kesehatan selama 6 bulan ke depan, pihaknya juga akan melakukan identifikasi koordinasi antara kementerian lembaga. Termasuk di dalamnya seperti tata kelola tagihan, dari sisi penerimaan, dan peserta BPJS.

“Terutama dari peserta yang bukan penerima upah reguler, itu menjadi salah satu yang perlu untuk ditingkatkan, dan juga dari sisi hubungan antara BPJS dengan Kemenkes di dalam mendefinisikan berbagai policy,” ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPJS Kesehatan Diprediksi Defisit Lagi, Sri Mulyani Tak Mau Jor-joran Beri Dana Talangan "

Penulis : Mutia Fauzia

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved