B Focus Banua Anam

Kabupaten Tabalong Sediakan 25 Armada Angkutan dalam Kota Gratis, Supir Digaji Bulanan Sebesar ini

Untuk angkutan dalam kota, Pemerintah Kabupaten Tabalong bekerjasama dengan perusahaan pertambangan mengadakan angkutan umum gratis untuk masyarakat.

Kabupaten Tabalong Sediakan 25 Armada Angkutan dalam Kota Gratis, Supir Digaji Bulanan Sebesar ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (24/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Angkutan umum di Kabupaten Tabalong memang cukup banyak, ada yang jalur dalam kota dan jalur luar kota.

Untuk angkutan dalam kota, Pemerintah Kabupaten Tabalong bekerjasama dengan perusahaan pertambangan mengadakan angkutan umum gratis untuk masyarakat.

Warga Bumi Sarabakawa pun tak perlu bingung saat ingin menggunakan angkutan umum gratis.

Sebab, dalam satu harinya terdapat enam arah jalur yang menjadi rute angkutan umum.

Antung Januas Firman, warga Murung Pudak yang menjadi supir angkutan umum dalam kota mengatakan, dirinya setiap hari mengantar penumpang untuk jalur Pamarangan Tanjung.

Baca: Hasil Tes DNA Anak Fairuz A Rafiq & Galih Ginanjar yang Dituntut Suami Barbie Kumalasari Sudah Ada?

Baca: Miris! Jasad Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Ini Sudah Dibuang 2 Hari Lalu ke Kali, Pelakunya?

Baca: Perubahan Hidup Ahok BTP Setelah Nikahi Puput Nastiti Devi Pasca Ceraikan Veronica Tan

Baca: Penampakan Ibu Tiri Teuku Rassya, Bandingkan Kondisi Tamara Bleszynski Kini Seusai Cerai Teuku Rafly

Antung menambahkan dalam satu hari terdapat 25 armada untuk enam jalur.

“Dalam satu hari seluruh supir harus menempuh 90 kilometer selama enam jam, Untuk jalur Tanjung Pemarangan dalam satu hari bisa pulang pergi hingga enam kali,” ujarnya.

Dalam satu hari, supir memiliki enam jam kerja dan satu hari terbagi menjadi dua shift yaitu pagi dan siang, sehingga warga tak perlu khawatir karena angkutan umum akan selalu ada seharian.

Angkutan umum yang ada mulai 2014, ini sangat membantu warga dalam beraktivitas dari pagi dan hampir seluruh armada mengantarkan siswa sekolah dan dilanjutkan dengan membawa penumpang biasa.

”Paling sering mengantarkan ke pasar dan beberapa warga juga sudah ada yang berlangganan, sehingga sudah mengetahui jadwal dan tempat penjemputannya,” ujarnya.

Khusus untuk Kamis, ada enam armada dikerahkan mengantar warga ke Pasar Kelua dan masih tidak dipungut biaya alias gratis.

Untuk bahan bakar, angkutan umum dalam kota mendapatkan jatah dari Dinas Perhubungan Tabalong yakni dengan cara mengklaim dan untuk gaji mereka juga dibuat perbulan yaitu saat ini Rp 2 juta perbulan dengan enam jam kerja setiap harinya.

Biasanya warga yang ingin menggunakan fasilitas angkutan umum ini bisa menunggu di pinggir jalan atau mendatangi ke tempat biasa para supir berkumpul.

Untuk daerah Tanjung, para supir berkumpul di Barunak, Mabuun dan Maburai.

Keberadaan angkutan umum dalam kota sangat memudahkan warga, seperti yang diungkapkan Rima, warga Tanjung yang setiap Kamis ke Pasar Kelua untuk membeli keperluan sehari-hari.

“Setiap Kamis ke pasar Kelua karena lebih lengkap dan lebih murah, sekaligus jalan-jalan dan membeli makanan khas Tanjung. Apalagi, ada angkutan umum gratis tidak takut kepanasan dan kehujanan, tinggal menunggu di pinggir jalan,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved