Berita Banjar

Akses Banyak Desa di Mataraman, Jembatan Tanahabang Makin Rawan Dilalui, PUPR Pastikan Direhab

Jembatan Tanahabang kondisinya makin rawan untuk dilalui. Dinas PUPR Banjar memastikan jembatan segera direhab

Akses Banyak Desa di Mataraman, Jembatan Tanahabang Makin Rawan Dilalui, PUPR Pastikan Direhab
banjarmasinpost.co.id/idda royani
REOT - Beginilah kondisi jembatan vital di Desa Tanahabang yang kian reot dan compang-camping. Pengendara mesti ekstra hati-hati melintasinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penantian panjang warga Desa Tanahabang, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), menikmati infrastuktur yang nyaman bakal segera terwujud.

Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar akan segera merehab total jembatan vital setempat.

"Proses lelangnya sudah selesai beberapa hari lalu. Jadi, perehaban jembatan di Desa Tanahabang secepatnya akan dilaksanakan," ucap Kepala Bidang Binamarga, PUPR Banjar, Ahmad Solhan, Kamis (25/07/2019).

Ia menuturkan lelang dilaksanakam cukup cepat hanya menyita waktu 20 hari. Tahapan berikutnya yakni penyiapan berkas kontrak kerja dan selanjutnya pelaksanaan pekerjaan.

Baca: Tangkap Bagus Saat Transaksi, Satnarkoba Polres Banjar Amankan 1 Paket Sabu

Baca: Pemasok Sabu Nunung Srimulat dan Suami, Iyan Sambiran Ternyata Narapidana Berinisial E

Baca: Sedang Terbang, Roger Danuarta Lamar Cut Meyriska, Lihat Video Romantis Pemeran Sinetron Cinta Buta

Baca: Gaun Pengantin Siti Badriah Kena Disorot Saat Sah Jadi Istri Krisjiana Baharudin

"Insha Allah bulan depan (Agustus) sudah terlaksana pekerjaannya. Mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi misal awal bulan," tandas Solhan.

Pejabat eselon III di Bumi Barakat ini mengatakan jembatan tersebut akan diganti dengan konstruksi beton berupa box culvert dua cell. Anggarannya sebesar Rp 500 juta.

Total bentang dimensinya yakni 17 x 5 meter. Bentang induk (bangunan utama) jembatan tujuh meter. Selebihnya berupa penguat seperti oprit dan di kanan kiri sisinya dilengkapi pagar untuk pengaman.

Seperti telah diwartakan, kerusakan fisik terus menggerogoti jembatan kayu di Desa Tanahabang. Lantai kayu jembatan sepanjang sekitar sepuluh meter tersebut banyak yang telah rapuh. Bahkan di beberapa tempat, runtuh dan menyisakan lubang menganga.

Lubang itu berada di sisi kiri pada ujung jembatan, ukurannya sekitar 1x0,5 meter. Cukup rawan karena posisinya di turunan sehingga tak begitu jelas terlihat dari kejauhan.

Lantai jembatan juga tak rata lagi posisinya (naik turun). Bahkan sebagian besar wujudnya bukan lagi papan kayu ulin, tapi berupa batang kelapa yang diikat menggunakan rantai bekas kendaraan bermotor.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved