Berita Kalteng

BNPB Turunkan 1.512 Personil Padamkan Kebakaran Lahan Kalteng, 100 Desa Rawan Karhutla Diawasi

Kebakaran lahan di Provinsi Kakimantan Tengah semakin marak terjadi, bahkan kabut asap dampak kebakaran lahan yang mengeluarkan bau menyengat.

BNPB Turunkan 1.512 Personil Padamkan Kebakaran Lahan Kalteng, 100 Desa Rawan Karhutla Diawasi
tribunkalteng.com/faturahman
Gubernur Sugianto usai apel siaga darurat karhutla di Stadion Senaman Mantikai Palangkaraya, Kalteng, memantau peralatan pemadaman kebakaran lahan bersama pejabat BNPB di Lapangan Senaman Mantikai Palangkaraya, Kamis (25/7/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan di Provinsi Kakimantan Tengah semakin marak terjadi, bahkan kabut asap dampak kebakaran lahan yang mengeluarkan bau menyengat terasa menyesakkan dada, warga Palangkaraya, Kamis (25/7/2019).

Ini memaksa BNPB, menggelar apel siaga darurat karhutla di Stadion Senaman Mantikai Palangkaraya, Kalteng, dengan menurunkan sebanyak 1.512 orang personil gabungan, dari berbagai komponen dari Anggta TNI, Polri, BPBD, Tim Serbu Api hingga masyarakat turut membantu dalam pemadaman kebakaran lahan di 100 desa yang rawan terjadi kebakaran lahan di Bumi Tambun Bungai ini.

Sementara itu, pantauan udara di Palangkaraya, Kalteng, tampak semakin tebal, meski begitu ketebalan kabut asap dampak kebakaran lahan belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, karena jarak pandang belum teranggu asap.

Baca: Masuk Musim Kemarau, Pemkab HST Bakal Bangun Posko Siaga Bencana Antisipasi Karhutla

Baca: Banjarbaru Darurat Kabut Asap, Sampai-sampai Rumah Warga Bau Asap & Lion Gagal Mendarat

Baca: Udara Palangkaraya Bercampur Bau Asap Dampak Karhutla, Wali Kota Fairid Naparin Ikut Padamkan Api

Saat melakukan apel siaga Karhutla, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, kebakaran lahan makin marak, sehingga pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat saja tetapi juga lewat udara melalui helikopter pengebom air bantuan BNPB untuk pemadaman kebakaran lahan di Kalteng.

"Kami kemarin memantau dari udara, memang cukup banyak terjadi kebakaran lahan di Kalteng sehingga untuk memadamkannya dibantu dengan pesawat helikopter melalui udara. Saya menyayangkan masih ada warga yang membakar lahan disekitar rumahnya. Ini harusnya tidak terjadi," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor: 188.44/222/2018 tanggal 27 Mei 2019 lalu.

Status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan ini berlaku selama 90 hari, terhitung mulai 28 Mei sampai dengan 26 Agustus 2019, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan, jika asap masih terjadi dan mengganggu.

Turut ikut dalam apel tersebut, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, Tim BNPB Pusat Mayjen TNI Purn Komarudin sulaiman (Tenaga ahli BNPB), Mayjen TNI Pur Amirin (BNPB), Brigjen TNI, Purn Edison Simanjuntak, Wakil Ketua DPRD Prov Kalteng, Irwasda Polda, Danrem 102/Panju Panjung dan lainnya, termasuk Plt Kepala BPBD Kalteng. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved