Berita Internasional

Resmi, Facebook Didenda Rp 70 Triliun, Tertinggi Dalam Sejarah, Ini Kesalahannya

Hari ini, Rabu (24/7), Federal Trade Commission (FTC) atau Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat mengumumkan pengenaan denda sebesar 5 miliar

Resmi, Facebook Didenda Rp 70 Triliun, Tertinggi Dalam Sejarah, Ini Kesalahannya
ist
Ilustrasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Hari ini, Rabu (24/7), Federal Trade Commission (FTC) atau Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat mengumumkan pengenaan denda sebesar 5 miliar dollar AS atau Rp 70 triliun kepada Facebook Inc.

Sanksi ini dijatuhkan setelah Facebook terbukti melanggar aturan FTC, karena lalai menjaga data pribadi penggunanya.

Denda sebesar 5 miliar dollar AS itu merupakan hukuman terberat yang pernah dijatuhkan FTC dalam sejarah. Denda ini juga 20 kali lebih besar dari hukuman pelanggaran privasi dan keamanan data konsumen yang pernah terjadi di seluruh dunia.

Mengutip situs FTC, www.ftc.gov, hukuman tertinggi sebelumnya pernah dijatuhkan dalam kasus CFPB bersama Pemerintah AS melawan Equfax.

Baca: Penemuan yang Merusak Dunia Hingga Sekarang: Nikmat Narkotika Dijadikan Rekreasi Sejak Ribuan Tahun

Baca: Fakta-fakta Penangkapan Mantan Polisi Jadi Bandar Narkoba, Warga Ketakutan, Pelaku Pun Ditembak Mati

Baca: Di Balik Perjalanan Waktu Avengers: Endgame, Terungkap Peran Harry Potter, Begini Kisahnya

Pada kasus tersebut, denda yang dijatuhkan sebesar 275 juta dollar AS. Bahkan kasus Pemerintah AS melawan Uber pun, hanya menjatuhkan denda sebesar 148 juta dollar AS kepada startup ride sharing tersebut.

Denda berat FTC kepada Facebook, sekaligus mendesak perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini untuk merestrukturisasi, agar tidak ada lagi informasi pribadi pengguna yang disalahgunakan oleh pihak mana pun.

"Meski telah berulang kali berjanji kepada miliaran penggunanya di seluruh dunia untuk menjaga informasi pribadi pengguna, namun pengguna telah dikecewakan," tutur Joe Simons Ketua FTC dalam rilis FTC di situsnya, Rabu.

Kasus besar ini bermula saat awal 2018 lalu, kala 87 juta data pengguna media sosial ini ada ditangan Cambridge Analytica. Kuat dugaan, data tersebut sempat disalahgunakan untuk pemilihan Presiden AS tahun 2016 silam. Sejak itu, FTC terus melakukan investigasi terhadap Facebook. (Yuwono Triatmodjo)

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved