Berita HST

20 Tahun Minta Listrik PLN Tak Digubris, Warga HST Keluarkan Kocek Rp 35 Ribu Per Malam

Hidup tanpa listrik sudah dilakoni Suryani, warga Awang Landas, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selama bertahun-tahun.

20 Tahun Minta Listrik PLN Tak Digubris, Warga HST Keluarkan Kocek Rp 35 Ribu Per Malam
Dok Pribadi Suryani
Nonton tv di Desa Awang Landas, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Hidup tanpa listrik sudah dilakoni Suryani, warga Awang Landas, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selama bertahun-tahun.

Di Labuan Amas Utara, beber Suryani, hanya Desa Awang Landas yang tak memiliki listrik.

Berjumlah 80 kepala keluarga, semua warganya tak memiliki jaringan listrik PT PLN. Tak memiliki listrik bukan berarti warga di sana tak memiliki perangkat elektronik.

Suryani bahkan, memiliki televisi dan alat elektronik lainnya. Untuk menyalakan alat elektronik, Suryani mengeluarkan anggaran rata-rata Rp 35 ribu per hari.

"Kami perlu listrik 3,5 liter premium. Satu liter premium Rp 35 ribu," katanya.

Baca: LINK Live Streaming SCTV & Jadwal Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-16 2019

Baca: NEWSVIDEO Cerita Penjaga Makam Sultan Suriansyah, dari Peziaran Mimpi Ketemu Sultan Hingga Kesurupan

Baca: Fenomena Ikan Mati di Irigasi Riam Kanan, Begini Tanggapan Kepala Dinas Perikanan

Dengan penghasilan rata-rata warga sana sebagai nelayan dianggap cukup membebani.

"Kami ingin listrik," katanya.

Menurutnya, tak hanya ia yang mengeluhkan listrik. Namun, juga warga lainnya. Jarak antara Awang Landas dan tiang listrik terakhir berada tiga kilometer.

Meski demikian, ia mengakui jika pemerintah memberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hemat Energi (PLTSHE).

Namun, ini hanya untuk penerangan saja. Sedangkan alat elektronik tak bisa digunakan tanpa adanya bantuan genset.

"20 tahun lalu kami pernah mengajukan permohonan listrik. Selain itu, secara lisan kami juga pernah mengajukan dengan mantan bupati," katanya.

Sebelumnya, Manager Pemasaran PLN Cabang Barabai, Ramadani Asman, menjelaskan secara prosedur warga boleh mengajukan proposal pembangunan listrik kepada PLN.

Bebernya, dulu sempat ada usulan ke sana dari Mantan Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif. Namun, karena persoalan geografis sehingga pembangunan jaringan listrik tak bisa dilakukan.

"Geografis sulit dijangkau. Ke sana harus pakai klotok. Sedangkan jaringan harus pakai tiang. Namun, bagi warga yang ini harus bikin surat usulan permohonan. Itu dasarnya. Nanti kami survei. Wilayah Haruyan Dayak karena mengusulkan sekarang sudah dapat menikmati listrik," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved