Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Diknas Banjarmasin Memakai Dua Ukuran ini untuk Mengevaluasi para Kepala Sekolah

DINAS Pendidikan Banjarmasin memakai dua alat ukur untuk mengevaluasi sebanyak 35 kepala SMPN dan 208 kepala SDN di kota ini.

Diknas Banjarmasin Memakai Dua Ukuran ini untuk Mengevaluasi para Kepala Sekolah
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (26/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - DINAS Pendidikan Banjarmasin memakai dua alat ukur untuk mengevaluasi sebanyak 35 kepala SMPN dan 208 kepala SDN di kota ini.

Untuk mengevaluasi para kepsek ini pihaknya memakai dua alat ukur.

“Pertama, memakai standar nasional pendidikan, yakni melalui kompetisi lulusan yakni pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Dengan sistem penilaian ini kita akan menilai kepsek per enam bulan sekali atau 1 tahun sekali. Kedua, memakai PP No 28 tahun 2010, bisa menilai kinerja kepsek per empat tahun sekali,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Sarwani.

Sesuai aturan baru, sambungnya, kepsek itu tidak boleh mengajar.

Baca: Satu Kepala Sekolah Maksimal Hanya Boleh Menjabat Tiga Periode

Baca: Luna Maya Mendadak Risih Karena Faisal Nasimuddin, Eks Ariel Noah Minta Sang Pengusaha Serius

Baca: Setelah Bertemu Salmafina, Sunan Kalijaga Sebut Teman-Teman Mantan Istri Taqy Malik, Beri Peringatan

Seorang kepsek itu diminta untuk fokus ke manajerial, kewirausahaan dan supervisi.

Jangan sampai kompetisi lulusan dari sebuah sekolah itu lemah sehingga menunjukan manajerial kepsek itu lemah.

Dijelaskannya, sesuai PP No 28 tahun 2010, kepsek baik SDN dan SMPN itu bisa dievaluasi per empat tahun sekali dan bisa dipindah ke sekolah yang lebih bagus atau sekolah yang standarnya di bawah sekolah asal.

“Kalau sekolah itu tidak dapat murid itu karena memang program keluarga berencana itu berhasil,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved