Berita Tapin

NEWSVIDEO Hadapi Kemarau Petani Cabai Tapin Utara Siapkan Pompa Air dan Jerami

Ifan, seorang petani cabai jenis Tanjung di Jalan Pahlawan, Desa Badaun, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, sudah setahun ini mencoba menanam

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ifan, seorang petani cabai jenis Tanjung di Jalan Pahlawan, Desa Badaun, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, sudah setahun ini mencoba menanam cabai di musim kemarau.

Ifan mengaku mencoba menanam cabai Tanjung di musim kemarau ini untuk ujicoba. Sebelumnya, Ifan menanam cabai di musim penghujan, begitu tiba musim kemarau tanaman cabainya mati.

Meski tanaman cabainya mati, Ifan mengaku tidak mengalami kerugian karena sebelumnya sudah panen cabai sebelum dilanda kemarau.

Diatas lahan seluas 10 borongan, Ifan mengaku sepekan dua kali panen cabai Tanjung. Harga cabai Tanjung dijualnya Rp 60 per kilogramnya.

Selama musim kemarau ini, Ifan mengaku sudah menyiapkan satu mesin pompa air yang sumbernya dari sungai Tapin.

Itu langkah antisipasi. Sepekan, jadwal menyiram tanaman cabainya dua kali. Itupun dilakukan setiap di sore hari, menjelang malam.

Baca: Galaxy Wedding Expo Golden Tulip Banjarmasin Berikan Referensi Vendor Pernikahan, Banyak Hadiah!

Baca: LINK Live Streaming SCTV & Jadwal Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-16 2019

Ifan mengaku menanam 400 pohon tanaman cabai sejak usia satu bulan hingga kini sudah berusia lima bulan.

"Kalau tidak disiram tanahnya pecah-pecah," katanya, Jumat (26/7/2019).

Ifan juga menaruh jerami padi untuk melindungi batang dan akar tanaman cabai. Ini supaya akar tidak terputus dan melindungi tanah agar tidak kepanasan.

Tumpukan kecil jerami itu diletakkan Ifan di sekeliling batang pohon cabai yang buahnya tampak cantik karena sudah berwarna merah.

Ifan berharap bantuan yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Tapin kepada kelompok tani diawasi. Itu karena bantuan itu tidak dibagikan kepada para petani cabai di Desa Badaun.

"Bantuan kapur tanah dan pupuk tanaman itu harusnya dibagikan kepada petani. Saya ini sewaktu mengolah tanaman kapur tanahnya membeli, pupuk kandang juga membeli," katanya.

Baca: Fakta Kebakaran di Kelayan B Banjarmasin Selatan, Api Melumat Tiga Kios & Seorang Ibu Terbakar

Baca: 20 Tahun Minta Listrik PLN Tak Dugubris, Warga HST Keluarkan Kocek Rp 35 Ribu Per Malam

Baca: Lamaran Faisal Nasimuddin ke Luna Maya di Depan Nagita Slavina & Raffi Ahmad, Ini Jawab Eks Ariel

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tapin, Wagimin mengaku sejak Juni 2019, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin berkeliling.

Selama berkeliling itu, Wagimin mengaku sudah menemui para petani di Kabupaten Tapin mengawal dampak musim kemarau dan kekeringan di desa-desa yang terdampak.

"Saat berkeliling itu juga melakukan solusi dan langkah-langkah pengendaliannya pada lahan yang terdampak kemarau ataupun kekeringan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved