Berita Kotabaru

Tim Pengecekan Mutu Dagang Temukan Cumi Kering Mengandung Formalin di Pasar Kemakmuran Kotabaru

Demi menjamin keamanan konsumen di Pasar Kemakmuran Kotabaru, tim pengawasan Mutu Dagang Pedagang Kaki Lima dan Asongan, melakukan pengecekan.

Tim Pengecekan Mutu Dagang Temukan Cumi Kering Mengandung Formalin di Pasar Kemakmuran Kotabaru
istimewa
Tim Mutu Dagang Cek Hasil Sampel Makanan dari Pasar Kemakmuran Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Demi menjamin keamanan konsumen di Pasar Kemakmuran Kotabaru, tim pengawasan Mutu Dagang Pedagang Kaki Lima dan Asongan, melakukan pengecekan.

Dari pengecekan sampel sejumlah dagangan, ada yang mengandung formalin.

Hal itu diketahui setelah tim dari Dinas Kesehatan serta BPOM melakukan pengecekan langsung.

Dagangan yang mengandung formalin adalah cumi kering.

Sebab itu, pemiliknya langsung diberi teguran untuk menarik dan tidak lagi menjual cumi kering yang mengandung formalin.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (26/7/19) kemarin.

Baca: Belum Berikan Maaf untuk Galih Ginanjar & Pablo-Rey, Fairuz Tantang Suami Barbie Kumalasar 1 Mi

Baca: Diego Michiels Tepergok Bersama Wanita Lain, Sang Istri Kirim Emoticon Cinta di Akun Instagram Suami

Baca: Dapat Label Haram Dikonsumsi saat Diet, 10 Makanan ini Justru Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Baca: Incest Intim Sedarah dengan Kakak Kandung di Luwu, BI Lahirkan 2 Anak Hasil Cinta Terlarang

Tim yang terlibat adalah Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, BPOM, Satpol PP dan Polsek Pulau Laut Utara sekaligus Kepala Pospol Pasar Kotabaru, Aipda Deddy Tri W dan anggotanya Bripka Ardi.

Ary Mardani, Kabid Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kotabaru, Sabtu (27/7/19) saat dihubungi, membenarkan hal tersebut.

Tim melakukan pengecekan rutin terhadap para pedagang di Pasar Kemakmuran Kotabaru.

Ari menjelaskan, dari hasil yang ditemukan di lapangan oleh tim yang melaksanakan kegiatan Pengawasan mutu dagangan Pedagang Kaki Lima dan Asongan berlokasi dipasar Kemakmuran dilakukan uji sampel.

Ada sebanyak 13 sampel atau contoh oleh BPOM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru yang diperiksa.

"Dari jumlah sampel itu, tim temukan satu makanan yang mengandung Formalin pada cumi kering yang dijual pedagang, " katanya.

Menurutnya, cumi kering tersebut langsung ditindaklanjuti.
Pedagang yang terdapat menjual barang yang berbahaya tersebut akan diberikan teguran secara tertulis untuk diminta menarik dari psaran.

"Jadi diberikan teguran dulu, setelah itu barang dagangannya yakni cumi kering yang mengandung formalin itu ditarik dari pasaran dengan tidak menjualnya lagi. Apabila masih menjualnya, maka satpol PP dan kepolisian yang akan memperosesnya," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved