BPost Cetak

Bupati Kudus Reunian di Penjara, Tamzil Bisa Dituntut Hukuman Mati

Bupati Kudus M Tamzil telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan

Bupati Kudus Reunian di Penjara, Tamzil Bisa Dituntut Hukuman Mati
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat mengunjungi stan Kopi Muria pada pameran yang digelar di Balai Jagong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bupati Kudus M Tamzil telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan pemerintahannya.

Tamzil yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bahkan dapat dituntut hukuman mati. Hal itu dikatakan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan karena Tamzil pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

“Apakah nanti ada hukuman khusus? Ini sebenarnya sudah kami bicarakan tadi pada saat ekspos karena memang kalau sudah berulang kali, bisa nanti tuntutannya sampai dengan hukuman mati,” kata Basaria dalam konferensi pers, Sabtu (27/7/2019).

Namun, Basaria belum bisa memastikan hal tersebut. “Nanti putusannya masih dalam pengembangan. Nanti kami umumkan setelah ini,” ujar Basaria.

Tamzil ditetapkan sebagai tersangka bersama staf khususnya, Agus Soeranto, dan Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kudus Akhmad Sofyan.

Baca: Gibran Rakabuming Raka Masuk Bursa Calon Wali Kota Solo, PDIP Siap Dukung Putra Jokowi

Baca: Tujuh Mahasiswa Asing Belajar Bikin Sasirangan, Sa’ad Senang Bisa Ikut Menjelujur

Baca: Si Palui : Kada Ba-H

Tamzil pernah mendekam di penjara karena dinyatakan bersalah melakukan korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan tahun anggaran 2004. Saat itu dia juga menjabat sebagai bupati Kudus periode 2003-2008. Tamzil dibebaskan pada Desember 2015. Kendati pernah melakukan korupsi, Tamzil terpilih lagi sebagai bupati Kudus periode 2018-2023.

Selain Tamzil, Agus Soeranto juga pernah mendekam di penjara. Bahkan, Tamzil dan Soeranto sama-sama dipenjara di Lapas Kedungpane Semarang dalam kurun waktu yang kurang lebih sama. Dengan demikian, keduanya reunian di penjara.

“Saat menjalani hukuman di Lapas Kedungpane, MTZ (M Tamzil) bertemu dengan ATO (Agus Soeranto) yang juga menjalani hukuman dalam kasus berbeda,” kata Basaria.

 (kompas/tribunnews)

 Artikel ini bisa dibaca lebih lengkap di Banjarmasinpost Edisi Minggu (28/7/2019)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved